Calon Karyawan Apple Deg-degan kalau Steve Jobs Wawancara Bawa Segelas Air

Steve Jobs punya trik sederhana namun jitu untuk mengetahui karakter calon karyawan hanya dengan segelas air.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Calon Karyawan Apple Deg-degan kalau Steve Jobs Wawancara Bawa Segelas Air
Calon Karyawan Apple Deg-degan kalau Steve Jobs Wawancara Bawa Segelas Air (Ilustrasi dibuat dengan Grok AI)

Pendiri Apple, Steve Jobs, dikenal bukan hanya karena inovasinya, tetapi juga gaya kepemimpinannya yang tak biasa. Salah satu metode rekrutmen yang sering diceritakan di Silicon Valley adalah “tes gelas air”.

Sebuah strategi wawancara yang terlihat sepele tetapi dirancang untuk menilai kepribadian kandidat secara mendalam.

Dikutip dari laman 3dvf, Selasa (8/7), menurut berbagai kisah yang beredar di kalangan mantan karyawan Apple dan pakar perekrutan, tes ini sangat sederhana: di tengah wawancara, pewawancara menawarkan segelas air kepada kandidat.

Fokus penilaian bukan pada jawaban teknis, melainkan pada reaksi dan sikap calon karyawan.

Tak Minta Bayaran Sepeserpun, Orang ini Hadiahkan Domain AppStore.com ke Steve Jobs, Siapa Dia?
Tak Minta Bayaran Sepeserpun, Orang ini Hadiahkan Domain AppStore.com ke Steve Jobs, Siapa Dia? Ilustrasi dibuat dengan Freepik AI

Jobs dan para manajer Apple konon ingin mengamati sejumlah aspek mendasar lewat interaksi sederhana itu:

  1. Apakah kandidat mengucapkan terima kasih atau tetap diam?
  2. Bagaimana cara kandidat menerima atau menolak dengan sopan?
  3. Apakah kandidat terlihat gugup, tenang, atau terlalu santai?
  4. Di mana ia meletakkan gelas tersebut selama wawancara?

Pakar rekrutmen Brian Scudamore pernah menekankan bahwa hal-hal semacam ini seringkali lebih jujur dibanding sederet pengalaman kerja yang tercatat di CV.

“Perilaku kecil adalah jendela ke kepribadian sebenarnya,” ujarnya.

Setahun Sebelum Meninggal, Steve Jobs Tulis Email ke Dirinya Sendiri, Begini Isinya
Setahun Sebelum Meninggal, Steve Jobs Tulis Email ke Dirinya Sendiri, Begini Isinya © Oleh Matthew Yohe, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=82773576

Jobs dikenal sangat fokus pada budaya kerja Apple yang menuntut kolaborasi, adaptabilitas tinggi, dan rasa hormat dalam tim.

Dengan tes ini, pewawancara bisa menilai apakah kandidat punya kecakapan sosial yang mumpuni atau justru kurang peka terhadap lingkungan sekitar.

Bagi Apple—dan perusahaan lain yang terinspirasi oleh gaya ini—cara kandidat menghadapi hal-hal tak terduga di ruang wawancara dianggap cerminan cara ia menghadapi masalah nyata di kantor.

Meski banyak perusahaan yang meniru metode ini, sejumlah pakar mengingatkan agar tes semacam ini tidak disalahgunakan untuk menjatuhkan kandidat tanpa alasan jelas. Praktik baiknya adalah memastikan tes tetap relevan dengan nilai inti perusahaan.

Bagi kandidat sendiri, para konsultan karier menyarankan untuk selalu bersikap sopan dan penuh kesadaran di setiap tahap wawancara.

Menerima tawaran minum dengan ucapan terima kasih atau menolak dengan ramah adalah contoh sikap yang mencerminkan kesadaran sosial.

Rekomendasi