Kisah Kehancuran iPod: Bill Gates sudah Meramalkan
Bill Gates meramalkan kejatuhan iPod hampir 20 tahun yang lalu, jauh sebelum telepon pintar menguasai dunia.
Pada Mei 2005, Bill Gates duduk untuk wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung. Dalam interviewnya, ada pernyataan pendiri Microsoft yang memantik sorotan publik.
Apa itu? Ia melontarkan prediksi yang barangkali terdengar meresahkan Steve Jobs, pendiri Apple. Saat itu, iPod laris manis dan Apple berada di puncak kejayaan. Namun Gates bilang iPod segera tumbang.
Pernyataannya itu bukan tanpa alasan. Dia melihat smartphone akan segera hadir dan menawarkan jauh lebih banyak daripada sekadar musik. Ini soal kebutuhan dan kepraktisan orang.
Gates membayangkan masa depan di mana smartphone akan menguasai pasar, memadukan komunikasi, hiburan, dan banyak fungsi lain dalam satu alat portabel.
“Saya tak yakin kesuksesan iPod bisa bertahan, sehebat apa pun Apple. Ada paralel dengan Macintosh, yang dulu mendominasi tapi kalah ketika konsumen menginginkan lebih,” kata Gates dikutip GlassAlmanac, Kamis (3/7).
Dan benar saja ramalannya, hari ini iPod yang hanya fokus pada musik akhirnya tersingkir oleh smartphone yang serba bisa.
Apple sendiri akhirnya beralih dari iPod ke iPhone, perangkat yang bukan cuma memutar musik tapi menjadi asisten pribadi yang lengkap.
Revolusi Smartphone Dimulai Lebih Awal
Prediksi Gates bukan hanya soal kematian iPod, tapi tentang revolusi teknologi yang dipicu oleh smartphone.
“Semakin banyak fungsi akan digabungkan dalam satu perangkat, dan ini akan butuh solusi perangkat lunak,” terang dia.
Pernyataannya itu pun benar. Namun sayangnya bukan Microsoft yang memimpin, justru Apple dan Google yang memimpin pergeseran ini. iPhone yang dirilis pada 2007 benar-benar mengubah permainan.
Tak lagi cuma soal musik, smartphone membawa internet, aplikasi, foto, game, dan masih banyak lagi. Android kemudian mengikuti, makin memantapkan smartphone sebagai “perangkat serba bisa”.
Gates juga memprediksi bahwa permintaan konsumen akan berevolusi. Mereka tak lagi puas dengan gadget satu fungsi. iPod yang sempat merevolusi musik personal tak mampu menandingi kebutuhan akan perangkat multifungsi.
Meski ia tepat memprediksi arah pasar, Apple nampaknya tak tinggal diam. Mereka bukan hanya mengikuti tren, tapi juga memimpin inovasi dengan iPhone. Dari pemutar musik sederhana, Apple menciptakan ekosistem teknologi yang lengkap.
Microsoft sendiri mencoba masuk lewat Windows Phone, tapi gagal mendapat pangsa pasar. Apple sebaliknya, meluncurkan App Store yang membuka ribuan kemungkinan baru bagi pengguna iPhone.
Masa itu menandai perubahan besar di dunia teknologi. Gates memang membaca arah yang benar, tapi Apple yang berhasil mengeksekusi visi itu dengan luar biasa.