Cerita ini dikisahkan oleh Randy Adam. Partner Steve Jobs saat membangun NeXT. Sebuah perusahaan komputer yang didirikan Jobs usai didepak dari Apple.
Pada 1985, Randy Adams hampir saja melewatkan kesempatan langka. Saat itu, Steve Jobs baru saja tersingkir dari Apple dan mulai membangun perusahaan barunya itu. Jobs menawari Adams bergabung, sayangnya tawaran itu sempat ia tolak.
Dia kaget. Tak terima dengan penolakannya, Jobs pun memutar otak agar Adams bersedia bergabung. Beberapa hari kemudian, Steve Jobs meninggalkan pesan di mesin penjawab Adams.
“Kau menyia-nyiakannya, Adams. Ini kesempatan sekali seumur hidup.”
Mengutip Forbes, Minggu (24/8), kata-kata itu terus terngiang hingga akhirnya Adams berubah pikiran.
Advertisement
Dua Mobil Porsche
Begitu bergabung, Adams membeli Porsche 911, mobil sport yang kebetulan juga dimiliki Jobs. Demi menghindari pintu mobil tergores, keduanya parkir bersebelahan, memakan tiga petak sekaligus.
Tapi suatu hari, Jobs mendesaknya memindahkan mobil itu. Alasannya sederhana tapi jenius. Ross Perot, seorang calon investor besar, akan berkunjung.
“Randy, kita harus menyembunyikan Porsche ini. Jangan sampai dia mengira kita terlalu kaya,” kata Jobs.
Akhirnya kedua mobil itu diparkir di belakang kantor. Trik ini benar-benar jitu. Perot, sang investor, benar-benar menanamkan investasi USD20 juta ke NeXT dan duduk di dewan direksi.
Advertisement
Ketegangan Berujung Perpisahan
Meski dekat, hubungan Adams dan Jobs tidak selalu harmonis. Mereka berselisih soal penggunaan drive optik di workstation NeXT.
Adams menilai teknologinya terlalu lambat, sedangkan Jobs tetap bersikeras.
Tak lama kemudian, Adams memilih keluar. Meski begitu, Jobs kembali mendorongnya untuk membangun bisnis perangkat lunak di atas platform NeXT.
Bahkan, ia membantu Adams mendapat investasi USD2 juta dari Sequoia Capital.