Aksi Usil Steve Jobs dan Wozniak Pendiri Apple Nyaris Bangunkan Paus Malam Hari
Aksi usil ini karena mereka ingin mencoba sebuah alat yang dapat melakukan panggilan telepon secara sah.
Suatu malam pada 1970-an, jauh sebelum Apple lahir, Steve Jobs dan Steve Wozniak punya ide iseng. Keusilannya ini benar-benar di luar nalar, lebih tepatnya kurang ajar.
Bermodal perangkat rakitan sederhana, mereka mencoba melakukan panggilan ke Vatikan. Targetnya bukan main-main: berbicara langsung dengan Paus.
Bagaimana caranya? Nah, ini memang tidak mudah. Tapi bukan Jobs dan Wozniak jika kehabisan akal.
Mereka lantas berpikir hal paling mendasar. Untuk meyakinkan lawan bicara, maka dibutuhkan sosok yang sepadan. Artinya, mereka harus 'menjual' nama seseorang agar diterima.
Akhirnya Wozniak berpura-pura menjadi Henry Kissinger. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS). Figur yang disebut-sebut punya pengaruh besar di setiap kebijakan AS.
“Ini Henry Kissinger. Saya bersama Presiden Nixon sedang berada di Moscow. Kami ingin bicara dengan Paus," ujar Wozniak dengan logat khas Kissinger.
Menurut laporan The Atlantic berjudul The Definitive Story of Steve Wozniak, Steve Jobs, and Phone Phreaking (2013), operator di Vatikan justru menanggapi serius. Mereka menyebut Paus sedang beristirahat, tapi bisa dibangunkan bila urusannya mendesak.
Paus Nyaris Dibangunkan
Jawaban itu membuat keduanya kaget. Rencana iseng yang awalnya dianggap tak mungkin, ternyata direspons sungguh-sungguh. Kepada Wozniak, operator itu meminta menghubungi lagi satu jam kemudian.
Baik Jobs dan Wozniak tak memungkiri perasaan campur aduk melakuan ulah ini. Namun rasa penasaran mereka melampaui rasa takut. Akhirnya setelah sejam berlalu, Wozniak kembali menekan tombol telepon.
Kali ini, sambungan benar-benar diteruskan ke seorang uskup senior. Situasi mendadak tegang ketika terdengar suara di ujung telepon:
“Saya baru saja berbicara dengan Henry Kissinger.”
Jobs dan Wozniak hanya bisa saling menatap, setelahnya tertawa terpingkal-pingkal. Tak ingin kebablasan, mereka buru-buru menutup telepon.
Meski tidak benar-benar berbicara langsung dengan Paus, keisengannya nyaris membangunkan pemimpin umat Katolik di dunia saat sedang tidur.
Blue Box Mainan Usil
Kesuksesan mereka berdua bisa menembus panggilan hingga Vatikan, gara-garanya alat Blue Box.
Mengutip CNN, perangkat buatan Wozniak ini mampu menghasilkan nada frekuensi khusus yang menipu sistem telepon internasional.
Dengan trik itu, panggilan jarak jauh bisa dilakukan secara gratis, seolah sah di mata jaringan.
Bagi sebagian orang, blue box hanyalah permainan iseng anak muda. Namun bagi Jobs dan Wozniak, alat ini adalah bukti bahwa sebuah ide kecil bisa menantang sistem raksasa.
Dari eksperimen inilah, kelak menjadi fondasi lahirnya Apple. Wozniak bahkan pernah berterus terang:
“Jika tidak ada blue box, Apple mungkin tak pernah ada.”