Apple Pernah Musnahkan 7.000 Komputer Lama yang Dibeli Seorang Kolektor, Begini Kisahnya
Kolektor tersebut membelinya dengan tujuan memperbaiki dan menjualnya kembali.
Sebuah kisah langka dalam sejarah Apple kembali mencuat ke publik setelah laporan menyebut perusahaan teknologi tersebut pernah menyita dan menghancurkan 7.000 unit komputer Apple Lisa milik seorang pebisnis, meski perangkat tersebut sah dibeli dan telah dimodifikasi untuk dijual kembali.
Kisah bermula pada akhir 1980-an ketika Bob Cook, pendiri perusahaan Sun Remarketing, membeli ribuan unit Apple Lisa. Apple Lisa merupakan komputer generasi awal Apple yang gagal di pasaran. Perusahaan tersebut membelinya dengan tujuan memperbaiki dan menjualnya kembali.
Komputer itu sempat dikenal revolusioner pada masanya karena mengusung antarmuka grafis dan mouse, namun gagal secara komersial karena harga tinggi dan masalah teknis.
Mengutip The Verge, Jumat (28/3), Cook dikenal sebagai kolektor dan pengecer resmi perangkat Apple yang tidak terjual. Sebelumnya ia juga mengakuisisi ribuan unit Apple III.
Untuk proyek Lisa, ia menginvestasikan lebih dari USD200.000 demi menciptakan versi baru bernama Lisa Professional, dan sempat mendapat izin dari Apple untuk memodifikasi perangkat tersebut.
Namun pada September 1989, Apple secara tiba-tiba membatalkan kerja sama dan menuntut pengembalian seluruh unit Lisa. Tak ada penjelasan resmi, dan Cook akhirnya menyerahkan 7.000 komputer yang kemudian dikirim ke tempat pembuangan di Logan, Utah dan dihancurkan.
Hingga kini, Apple belum mengungkap alasan di balik langkah tersebut. Namun, sejumlah spekulasi menyebut kekhawatiran Apple terhadap reputasi merek dan keinginan menjaga kontrol penuh terhadap perangkat kerasnya sebagai alasan utama. Apple disebut tak ingin produk lama yang rusak atau dimodifikasi pihak ketiga beredar di pasaran.
Kisah ini diungkap dalam dokumenter “Lisa: Steve Jobs’ Sabotage and Apple’s Secret Burial” yang diproduksi oleh The Verge. Dokumenter ini menyoroti bagaimana Apple memilih mengubur ribuan komputer daripada membiarkan orang lain memanfaatkan kembali produk gagal mereka.
Ironisnya, Apple kini menjadikan komitmen lingkungan sebagai identitas merek, dengan mempromosikan produk ramah lingkungan dan bahan daur ulang. Aksi penghancuran massal Apple Lisa pada akhir 1980-an kini dipandang sebagai kontradiksi terhadap citra keberlanjutan perusahaan saat ini.
Peristiwa ini menjadi catatan sejarah kelam Apple—sebuah bab tersembunyi tentang kontrol, reputasi, dan strategi perusahaan yang rela menghapus jejak masa lalunya demi membentuk masa depan.