Joe Biden Lepas Tangan Nasib TikTok di AS ke Donald Trump
Pemerintah Joe Biden menyerahkan keputusan mengenai TikTok di AS kepada Presiden Terpilih Donald Trump.
Pemerintah di bawah Presiden Joe Biden mengungkapkan bahwa keputusan mengenai masa depan TikTok di Amerika Serikat akan diserahkan kepada pemerintahan yang akan datang, yang dipimpin oleh Presiden Terpilih Donald Trump.
Meskipun demikian, pemerintah Biden memiliki pandangan yang tegas, yaitu TikTok harus berada di bawah pengelolaan perusahaan atau entitas yang berbasis di Amerika Serikat jika ingin terus beroperasi di wilayah tersebut.
"Posisi kami sangat jelas, TikTok harus beroperasi di bawah kepemilikan pihak Amerika," pernyataan resmi Gedung Putih kepada ABC News, yang dikutip dari The Verge via Liputan6, Jumat (17/1).
Selain itu, dijelaskan bahwa karena aturan mengenai pelarangan TikTok di AS akan berlaku pada 19 Januari 2025, yang jatuh pada akhir pekan libur dan sehari sebelum pelantikan, maka pemerintah Biden memutuskan untuk menyerahkan pelaksanaan kebijakan tersebut kepada pemerintahan yang baru.
Akan tetapi, situasi dapat berubah dengan cepat. Walaupun Trump telah memberikan sinyal positif untuk menyelamatkan TikTok, masih ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk memastikan kelangsungan aplikasi tersebut.
Hal ini terutama berkaitan dengan keputusan Donald Trump untuk secara resmi memperpanjang batas waktu penjualan TikTok oleh ByteDance kepada perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.
Biden Tidak Berikan Tambahan Waktu
Hingga saat ini, Biden belum memberikan tambahan waktu untuk penjualan TikTok kepada perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.
Berdasarkan beberapa laporan yang beredar, ByteDance lebih memilih untuk fokus pada upaya hukum guna mempertahankan keberadaan platform media sosialnya di AS, daripada mencari calon pembeli untuk bisnisnya di negara tersebut.
Namun, terdapat sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat yang dipimpin oleh Senator Ed Marley yang berusaha mendorong Kongres untuk memberikan perpanjangan waktu.
Mereka telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Biden melalui sebuah surat, meminta agar waktu tersebut diperpanjang selama 90 hari.
Apakah TikTok akan menghentikan layanan di AS?
Hingga saat ini, TikTok belum menerima perintah hukum untuk menghentikan operasionalnya di Amerika Serikat. Meskipun demikian, ada kemungkinan besar bahwa TikTok akan menghentikan layanan mereka jika mereka merasa bahwa penyedia layanan di AS, seperti Oracle, mungkin memilih untuk tidak mengambil risiko dalam membantu TikTok untuk tetap beroperasi atau memperbarui layanannya.
Dalam situasi ini, TikTok, Oracle, Apple, dan Google belum memberikan pernyataan resmi mengenai bagaimana mereka akan menghadapi tenggat waktu pelarangan TikTok yang ditetapkan pada 19 Januari mendatang.
Di sisi lain, meskipun Mahkamah Agung AS belum mengeluarkan keputusan resmi terkait masalah ini, tampaknya lembaga tersebut sudah bersiap untuk menegakkan hukum yang ada.
Hal ini menunjukkan bahwa situasi ini masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung pada keputusan yang diambil oleh pihak-pihak terkait. Ketidakpastian ini menciptakan tantangan bagi TikTok dan mitra teknologinya dalam merencanakan langkah selanjutnya.