Infrastruktur Satelit Makin Banyak Diserang Hacker
Serangan terhadap layanan berbasis satelit semakin marak.
Serangan terhadap layanan berbasis satelit, seperti jamming dan spoofing, menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran global akan keamanan infrastruktur antariksa.
Jamming adalah tindakan mengganggu sinyal satelit dengan memancarkan gelombang radio berfrekuensi sama, sehingga sinyal asli tidak dapat diterima dengan benar.
Sementara itu, spoofing adalah teknik manipulasi yang membuat penerima sinyal satelit — seperti sistem GPS — menerima data palsu, sehingga arah, lokasi, atau waktu menjadi salah.
Mengutip Space, Selasa (8/4), pada 25 Desember tahun lalu, sebuah pesawat Azerbaijan mengalami pendaratan darurat di Kazakhstan setelah memasuki area gangguan sinyal GPS. Insiden ini menyoroti risiko serius yang dihadapi penerbangan sipil akibat interferensi sinyal navigasi dari luar.
Menurut Clémence Poirier, peneliti keamanan siber di ETH Zurich, lebih dari 310.000 penerbangan terdampak oleh gangguan GPS pada tahun 2024, terutama di sekitar Rusia dan Timur Tengah.
Sebagai contoh, penerbangan sipil ke Bandara Tartu di Estonia sempat ditangguhkan selama beberapa bulan pada tahun yang sama karena gangguan navigasi satelit yang tidak dapat dijelaskan.
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyerukan kepada negara-negara anggota untuk meningkatkan perlindungan terhadap frekuensi penting guna mencegah gangguan pada layanan penerbangan, maritim, dan telekomunikasi.
Sekretaris Jenderal ICAO, Juan Carlos Salazar, menekankan bahwa interferensi terhadap sistem navigasi satelit dapat berdampak luas pada operasi penerbangan dan menimbulkan risiko keselamatan yang nyata.
Selain navigasi, layanan berbasis satelit lainnya juga rentan terhadap serangan. Pada April 2024, saluran BabyTV milik Walt Disney yang disiarkan melalui satelit Eutelsat dibajak oleh peretas Rusia, menggantikan program anak-anak dengan tayangan propaganda militer.
Para ahli menekankan perlunya pengembangan teknologi dan kebijakan untuk melindungi infrastruktur antariksa dari ancaman yang terus berkembang ini.
Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan keamanan siber, pengawasan spektrum frekuensi, serta kerja sama internasional dalam penegakan hukum terhadap pelaku jamming dan spoofing.