Satelit Satria-2 Masuk PSN, Bakti Komdigi Beberkan Perkembangan Terbaru
Bakti Komdigi menyatakan Satria-2 telah masuk Proyek Strategis Nasional. Pemerintah kini memprioritaskan demand analysis sebelum menentukan skema pendanaan.
Bakti Komdigi menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana pengembangan satelit Satria-2. Pemerintah telah menetapkan proyek tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, mengatakan bahwa penyebutan Satria-2 lebih bersifat penamaan proyek, sementara fokus utamanya adalah pemenuhan kebutuhan kapasitas satelit nasional.
“Untuk Satria-2 sebenarnya itu hanya penamaan dan Alhamdulillah ini sekarang sudah masuk dalam proyek strategis nasional,” kata Fadhilah dalam Media Briefing di Stasiun Bumi (Gateway) Satria-1 Satelit Nusantara Tiga, di Cikarang, Rabu (10/12).
Ia menjelaskan, pengembangan Satria-2 tidak serta-merta akan mengadopsi teknologi yang sama dengan Satria-1. Pemerintah membuka peluang pemanfaatan teknologi yang lebih baru sesuai perkembangan industri satelit global.
“Tetapi penamaan ini intinya kita masih memerlukan kapasitas satelit. Apakah nanti Satria-2 itu akan sama dengan Satria-1 dalam hal teknologi. Mungkin belum tentu karena kan ada perkembangan-perkembangan teknologi,” ujarnya.
Prioritaskan Analisis Kebutuhan
Pada tahap awal perencanaan, Bakti Komdigi saat ini memfokuskan penyusunan demand analysis atau analisis kebutuhan sebagai dasar penentuan kapasitas satelit.
“Jadi ini sedang kita analisis bersama-sama. Terutama yang paling kami hati-hati adalah demand analysis. kebutuhan real atas perlunya kapasitas satelit ini,” kata Fadhilah.
Menurut dia, hasil analisis kebutuhan tersebut akan menjadi acuan untuk menentukan langkah lanjutan pengembangan proyek.
Skema Pembiayaan Masih Dikaji
Setelah demand analysis dinyatakan akurat, pemerintah akan masuk ke tahap perencanaan pembiayaan pembangunan satelit. Sejumlah opsi pembiayaan masih dipertimbangkan.
“Nah, setelah itu nanti perencanaan demand analysisnya ini akurat, valid. Baru kemudian kita akan melangkah untuk kelanjutan-kelanjutan terkait misalnya apakah ini nanti menggunakan skema KPBU atau pembiayaan lainnya,” pungkasnya.