AS Makin Dibayang-bayangi Kecanggihan Teknologi China yang Dianggap Bisa Mendominasi
AS Makin Dibayang-bayangi Kecanggihan Teknologi China yang Dianggap Bisa Mendominasi
China mulai mengancam dominasi teknologi tinggi AS.
AS Makin Dibayang-bayangi Kecanggihan Teknologi China yang Dianggap Bisa Mendominasi
Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya disebut kalah dalam perlombaan pengembangan teknologi canggih dengan China.
Ibukota China, Beijing berpotensi membangun monopoli di beberapa bidang. Hal itu disampaikan dalam sebuah laporan Maret 2023.
Dikutip dari The Guardian, Selasa (18/7), China memimpin dalam 37 dari 44 teknologi yang dilacak dalam proyek selama setahun oleh lembaga thinktank, The Australian Strategic Policy Institute. Bidang itu meliputi baterai listrik, hipersonik, dan komunikasi frekuensi radio canggih seperti 5G dan 6G.
Sementara laporan tersebut menyebutkan bahwa AS adalah pemimpin dalam tujuh teknologi seperti vaksin, komputasi kuantum, dan sistem peluncuran luar angkasa. Hasil laporan itu didasarkan pada penelitian yang memiliki dampak tinggi di bidang teknologi kritis dan baru.
"Penelitian kami mengungkapkan bahwa China telah membangun fondasi untuk memposisikan dirinya sebagai negara adidaya sains dan teknologi terdepan di dunia. Mereka membangun keunggulan yang terkadang menakjubkan dalam penelitian dan berdampak tinggi di sebagian besar domain teknologi kritis dan yang sedang berkembang,"
Lembaga Thinkthank The Australian Strategic Policy Institute.
Atas hal itu, maka wajar bila Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa negaranya akan berinvestasi ‘habis-habisan’ dalam industri yang akan menentukan masa depan.
Ia pun menuding bahwa hati-hati dengan China karena mereka ingin mendominasi.
Pernyataan Biden, senada dengan catatan pada penelitian yang dilakukan oleh lembaga thinktank itu.
Mereka mengatakan bahwa China berisiko tinggi membangun monopoli dalam delapan teknologi, termasuk bahan dan manufaktur berskala nano, hidrogen dan amonia untuk tenaga, dan biologi sintetik.
"Seharusnya hal ini tidak menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi AS. Misalnya saja selama lima tahun terakhir, China sukses menghasilkan 48,49 persen makalah penelitian yang berdampak tinggi terhadap dunia. Konkret dari makalah itu terlaksana dengan penciptaan rudal hipersonik berkemampuan nuklir pada 2021,"
Lembaga Thinkthank The Australian Strategic Policy Institute.