Menelusuri Makam Orang Kayo Hitam, Penyebar Agama Islam Termasyhur di Kota Jambi
Makam yang berada di Desa Simpang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi ini lokasinya sangat dekat dengan aliran Sungai Batanghari.
Makam yang berada di Desa Simpang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi ini lokasinya sangat dekat dengan aliran Sungai Batanghari.
Menelusuri Makam Orang Kayo Hitam, Penyebar Agama Islam Termasyhur di Kota Jambi
Makam menjadi tempat persemayaman terakhir manusia yang sudah meninggal dunia.
Di Indonesia, ada banyak makam yang tergolong sakral dan beberapa orang masih melakukan tradisi melantunkan doa di makam tersebut.
(Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Makam yang berada di Desa Simpang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi ini lokasinya sangat dekat dengan aliran Sungai Batanghari. Selain makam, di kompleks ini juga terdapat peninggalan lainnya berupa 2 bangunan candi.
Siapa Orang Kayo Hitam?
Dikutip dari berbagai sumber, Orang Kayo Hitam adalah putra dari pendiri Kerajaan Melayu Jambi, Datuk Paduko Berhalo atau yang memiliki nama asli Ahmad Barus II. Sang ayah yang merupakan pedagang Arab ini datang ke Jambi lalu menikah dengan wanita setempat.
Momen pernikahan tersebut menjadi jalan untuk masuknya agama Islam di Jambi pada waktu itu. Orang Kayo Hitam pun kemudian melanjutkan penyebaran Islam dan membentuk suatu kerajaan yang berlandaskan agama Islam.
Pada masanya, ia dikenal sebagai sosok yang pemberani dan sakti. Bahkan, kesaktiannya ini sampai sekarang terkenal di masyarakat Kota Jambi. Semua itu dibuktikan dalam berbagai kisah dan bait lagu daerah.
Orang Kayo Hitam pernah menjabat sebagai raja Melayu Jambi ke-4 pada tahun 1500 hingga 1515 menggantikan kakaknya yaitu Orang Kayo Kedataran.
Ada Empat Makam
Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, dalam kompleks ini terdiri dari 4 makam yaitu makam Orang Kayo Hitam, makam istrinya bernama Putri Mayang Mangurai, makam kucing peliharaannya, dan sebuah makam baru.
Uniknya, makam baru ini khusus untuk orang-orang yang dikuburkan pada saat terjadi banjir. Hal tersebut dikarenakan hanya wilayah ini saja yang tidak terkena banjir.
Makam kuni ini terbuat dari batu andesit dan berukuran cukup besar. Bentuknya persegi dengan bagian atasnya berbentuk Kurawal.
Bangunan Luas
Kompleks makam Orang Kayo Hitam ini berukuran 8,2 m x 6,5 m dengan bentuk persegi panjang. Dalam bangunan tersebut langsung dihadapkan dengan makam Orang Kayo Hitam, sang istri, dan hewan peliharaannya.
Jirat makam Orang Kayo Hitam berbentuk persegi panjang berukuran 5,2 m x 1,5 m. Terdapat 2 buah nisan berbentuk kurawal di arah utara sampai selatan. Dari ukuran tersebut bisa kita nilai bahwa tubuhnya memang jauh dari rata-rata makam manusia saat ini.