Potret Makam Keramat di Samping Mal Besar Surabaya, Sosoknya Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Hingga kini, makamnya selalu bersih dan rapi karena banyak diziarahi warga lokal

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Potret Makam Keramat di Samping Mal Besar Surabaya, Sosoknya Ternyata Bukan Orang Sembarangan
Potret Makam Keramat di Samping Mal Besar Surabaya, Sosoknya Ternyata Bukan Orang Sembarangan (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perkembangan kota tak membuat masyarakat melupakan jati dirinya di masa lalu. Seperti yang terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Di samping Tunjungan Plaza, salah satu mal terbesar di Surabaya, sebuah makam keramat terpelihara dengan baik.

Sosok yang dimakamkan di sini dikenal dengan sebutan Mbah Buyut Modjo. Mengutip Instagram @lovesuroboyo, ia adalah sesepuh yang melakukan babat alas di wilayah Kaliasin, Kota Surabaya.

Ada juga yang menyebut Mbah Buyut Modjo berkaitan dengan sosok Eyang Kudo Kartono, panglima perang dari Kerajaan Majapahit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dulu, Gang Kaliasin X merupakan kompleks pemakaman umum. Seiring berjalannnya waktu, daerah ini jadi permukiman warga. Makam Mbah Buyut Modjo jadi satu-satunya yang dipertahankan keberadaannya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Makamnya berupa bangunan dengan pagar hitam dan papan nama di bagian depan. Bagian dalam makam tampak bersih. Di antara kedua nisan terbungkus kain mori, di atasnya bunga pemberian orang ziarah tampak sudah kering, 

Sementara itu, munculnya nama daerah Kaliasin juga punya kisah tersendiri. Dulu, pada saat laut pasang, sungai Kalimas sering meluber, bahkan airnya menggenangi kampung Surabayan (Tegalsari). Hal ini menyebabkan air sungai Kalimas terampur dengan air laut sehingga rasanya asin.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Warga daerah setempat yang biasa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari merasakan air asin. Sesepuh desa kemudian memberikan nama daerah itu dengan sebutan Kaliasin.

Dulu vs Sekarang
Dok. Istimewa

Pada masa kolonialisme Belanda, nama Kaliasin masih dipertahankan. Pihak kolonial menyebutnya sebagai daerah Kaliasinstraat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kini, Embong Kaliasin atau Jalan Kaliasin sudah tidak ada. Jalan itu diganti dengan nama Jalan Basuki Rahmat. Kini, di sepanjang jalan ini berdiri banyak bangunan mewah. Mulai Tunjungan Plaza, BRI Tower, Gramedia, dan lain sebagainya.

Rekomendasi