Sunan Kalijaga merupakan salah satu Walisongo, sembilan wali penyebar agama Islam paling berpengaruh di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga lahir di Tuban, Jawa Timur dan meninggal di Kadilangu, Demak. Ada dua versi berbeda yang mengisahkan keberadaan makamnya.
Advertisement
Profil
Sunan Kalijaga dikenal sebagai ulama yang sangat menghargai budaya lokal. Tak heran, jika ia dipilih menjadi penasihat keraton. Selain itu, ia juga seorang seniman dan arsitek yang ulung.
Ia lahir di Tuban pada tahun 1450 dan meninggal di Kadilangu, Demak pada tahun 1513. Mengutip situs resmi Kemdikbud RI, Sunan Kalijaga dikebumikan di Kadilangu, Demak.
Advertisement
Makam di Tuban
Selain makam Sunan Kalijaga di Demak, ditemukan makam serupa atas nama Sunan Kalijaga di Desa Medalem, Senori, Tuban. Makam Sunan Kalijaga di Tuban berada di tengah sawah dan cukup jauh dari permukiman warga.
Advertisement
Asal Usul
Abdul Ghani, juru kunci setempat menceritakan, awalnya keberadaan Makam Sunan Kalijaga tidak diketahui warga. Makam tersebut pertama kali ditemukan Mulyadi yang membangun gubuk di tengah sawah untuk ditinggali. Suatu malam ia didatangi lelaki berbaju serba hitam dengan mengatakan, “jika Anda ingin kembali hidup enak, maka peliharalah Makam Sunan Kalijaga.” Lelaki tersebut kemudian mengajaknya ke kompleks Makam Ploso 9 dan menunjukkan letak Makam Sunan Kalijaga.
Sejak hari itu hingga sekitar setahun lamanya, setiap hari usai salat isya Mulyadi berziarah ke makam Sunan Kalijaga di Desa Medalem Tuban.
Penasaran dengan apa yang dialaminya, Mulyadi menceritakan hal tersebut kepada gurunya, Kiai Jubaidi Tuban. Kiai Jubaidi yang tidak mengetahui perihal makam itu kemudian mengajaknya sowan kepada Kiai Hamid Pasuruan. Kiai Hamid membenarkan adanya Makam Sunan Kalijaga di Desa Medalem. Bahkan, sebelumnya Kiai Hamid pernah menyepi di tempat itu selama satu minggu.
Pada masa orde baru makam ini dilarang dipopulerkan karena khawatir menimbulkan konflik dan kebingungan. Pasalnya, sudah lebih dulu ada nama Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.
Advertisement
Advertisement
Diresmikan
Pada tahun 1979, Kiai Hamid Pasuruan menamai tempat tersebut “Makam Sunan Kalijaga Raden Syahid Moroteko”. Makam ini kemudian diresmikan oleh Kiai Jubaidi Tuban.
Advertisement
Makam Lain
Makam Sunan Kalijaga di Tuban berdampingan dengan sanak famili serta sejumlah ulama lain.
Di sebelah barat Makam Sunan Kalijaga, ada makam Syeikh Badawi, Kyai Abdurrahman, Dewi Amirah (Istri Sunan Kalijaga), Abdul Aziz Abdul Basith (Saudara Syeikh Abdul Jabbar Nglirip), Mpu Supo (Adik Ipar Sunan Kalijaga yang juga pembuat keris), Patih Wonosalam dan Abdul Qadir (Putera Raden Patah). Berjarak sekitar 1 kilometer dari kompleks makam tersebut, ada ada Makam Dewi Rosowulan atau Nyai Tembogo yaang merupakan adik Sunan Kalijaga.
Advertisement
Dikunjungi Gus Dur
Mengutip situs jatman.or.id, Gus Dur ziarah ke makam Sunan Kalijaga di Tuban sebelum mencalonkan diri sebagai presiden RI.
(Foto: Instagram @tuban_bercerita)
Mengutip situs resmi IAIN Kediri, usai kedatangan Gus Dur, makam Sunan Kalijaga di Tuban dibuka untuk umum. Bahkan, acara pengajian digelar di sini.