Potret Kalimas Surabaya, Pintu Gerbang Menuju Ibu Kota Kerajaan Majapahit

Pada masa lalu, Kalimas adalah pintu gerbang menuju ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Potret Kalimas Surabaya, Pintu Gerbang Menuju Ibu Kota Kerajaan Majapahit
Potret Kalimas Surabaya, Pintu Gerbang Menuju Ibu Kota Kerajaan Majapahit (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kalimas merupakan pecahan sungai Brantas yang berhulu di Kota Mojokerto, mengalir ke arah timur laut dan bermuara di Surabaya, menuju Selat Madura. Di beberapa tempat, Kalimas menjadi batas alam Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Gresik.

Kalimas adalah salah satu sungai tertua sekaligus terbesar yang membelah Kota Surabaya. Menyusuri Kalimas seperti halnya mempelajari sejarah Kota Surabaya sejak zaman kerajaan hingga kemerdekaan seperti sekarang.

Mengutip Liputan6.com, Muara Kalimas merupakan pelabuhan tradisional Surabaya yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu.

Pintu Gerbang<br>
Dok. Istimewa

Pada masa lalu, Kalimas adalah pintu gerbang menuju ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto. Di sekitar sungai ini pernah terjadi pertempuran antara Raden Wijaya (Pendiri Majapahit) melawan pasukan Tartar (di bawah dinasti Mongol) pada abad ke-13.

Awalnya, sungai ini disebut Kali Surabaya (Soerabaia Rivier dalam bahasa Belanda). Kemudian berubah menjadi Kalimas (Maas Rivier dalam bahasa Belanda).

Perubahan nama ini terjadi setelah diadakan perubahan bentuk alur sungai oleh Belanda pada tahun 1743 menjadi lurus hingga menuju laut.

Sebelum tahun 1743, alur sungai berkelok-kelok khas sungai alami.

Sejak dikuasi VOC, Kalimas menjadi salah satu sarana transportasi air yang sangat ramai.

Hilir mudik sampan dan perahu kecil mengangkut barang komoditas dan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dari pelabuhan Tanjung Perak diantarkan menuju daerah pedalaman kota, mulai dari Kembang Jepun (Daerah Pecinan di Surabaya) hingga ke daerah Kayun (sekarang menjadi lokasi Plaza Surabaya).

Perbaikan
Dok. Istimewa

Pada tahun 1974 hingga 1981, dilakukan perbaikan terhadap kondisi Kalimas. Meliputi perbaikan alur, rekonstruksi Pintu Air Gunungsari, serta motorisasi Pintu Air Mlirip (Rolak Telu) dan Pintu Air Jagir.

Saat ini, Kalimas telah berubah wajah menjadi destinasi wisata malam yang menakjubkan. Wisatawan dapat menyusuri Kalimas menggunakan perahu.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Wisata perahu kalimas menawarkan nuansa lampu lampion di sepanjang rute Taman Prestasi sampai Taman Ekspresi. Wisatawan dapat menikmati spot foto di Museum Pendidikan, Taman Ekspresi, dan Pasar Apung.

Rekomendasi