PT TPS Perkuat Tata Kelola Perusahaan Melalui Uji Kompetensi GRCP untuk Kinerja Berkelanjutan
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meningkatkan kapabilitas manajemen dengan menggelar uji kompetensi GRCP, fondasi penting untuk tata kelola, risiko, dan kepatuhan demi layanan prima dan kepercayaan pemangku kepentingan.
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) baru-baru ini mengikutsertakan tim manajemennya dalam pelatihan dan uji kompetensi GRC Certified Professional (GRCP). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan berbasis Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan (GRC) di lingkungan perusahaan. Inisiatif ini dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (22/4), menunjukkan komitmen TPS terhadap praktik bisnis yang transparan dan akuntabel.
Jeanny Harjono, Senior Vice President Keuangan dan Manajemen Risiko PT TPS, menegaskan bahwa penerapan GRC merupakan fondasi krusial dalam menjaga kesinambungan layanan perusahaan. Selain itu, GRC juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan dari berbagai pemangku kepentingan. Hal ini juga memastikan seluruh proses bisnis berjalan selaras dengan regulasi nasional dan praktik terbaik di tingkat internasional.
Dalam ekosistem terintegrasi Pelindo Group, GRC berfungsi sebagai sistem pengendalian strategis yang vital. Sistem ini memastikan tata kelola perusahaan berjalan transparan, risiko dapat dikelola secara terukur, serta kepatuhan terhadap regulasi diterapkan secara konsisten. Bagi TPS, GRC bukan sekadar instrumen pengawasan, melainkan juga alat pengambilan keputusan komprehensif yang mendukung kinerja perusahaan.
Pentingnya GRC dalam Dinamika Industri Logistik
Dinamika industri logistik global saat ini sangat kompleks, ditandai dengan transformasi digital yang pesat dan meningkatnya ekspektasi pengguna jasa. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk memiliki sumber daya manusia yang memahami pengelolaan tata kelola, risiko, dan kepatuhan secara komprehensif. PT TPS menyadari betul kebutuhan ini untuk tetap kompetitif dan adaptif.
Oleh karena itu, pelatihan GRC menjadi kebutuhan strategis untuk membekali insan TPS dengan kompetensi yang relevan. Kompetensi ini mencakup kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi berbagai risiko yang mungkin timbul. Selain itu, pelatihan ini juga memastikan kebijakan serta pengelolaan perusahaan tetap sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan kepatuhan terhadap aturan berlaku.
Penerapan GRC di TPS bukan hanya sekadar kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi pengelolaan perusahaan secara menyeluruh. Strategi ini dirancang untuk menghadapi berbagai jenis risiko, mulai dari risiko operasional, finansial, kepatuhan, hingga risiko strategis. Dengan demikian, perusahaan dapat beroperasi dengan lebih stabil dan terarah.
Uji Kompetensi GRCP sebagai Investasi Strategis
Pelatihan dan sertifikasi GRCP bertujuan untuk membangun kapabilitas profesional internal dalam mengintegrasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Integrasi ini diterapkan ke dalam setiap proses bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Hal ini menciptakan kerangka kerja yang kuat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Jeanny Harjono juga menyatakan bahwa sertifikasi GRCP merupakan investasi strategis bagi TPS. Investasi ini memastikan setiap keputusan bisnis yang diambil bersifat prudent, berbasis risiko, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan potensi kerugian dan memaksimalkan peluang.
Melalui program ini, PT TPS berupaya menciptakan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas. Karyawan dibekali dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya GRC dalam setiap aspek pekerjaan mereka. Ini akan berkontribusi pada peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews