Payudara Pria Membesar, Sedot Lemak Mampu Mengatasinya?
Ginekomastia merupakan kondisi di mana kelenjar payudara pria membesar, yang sering kali menyebabkan rasa kurang percaya diri.
Payudara pria yang berukuran besar sering kali dihubungkan dengan kondisi ginekomastia atau yang lebih dikenal dengan gyno. Pembesaran kelenjar payudara ini sering kali membuat penderitanya merasa kurang percaya diri.
Namun, ada kabar baik, menurut dr. Imam Susanto, seorang dokter spesialis bedah plastik-rekonstruksi dan estetik dari RS EMC Sentul, bahwa prosedur sedot lemak dapat menjadi salah satu solusi untuk mengecilkan payudara pria.
"Ginekomastia itu bisa mulai yang ringan sampai yang besar. Saya pernah operasi anak SMP, anak laki, payudaranya persis kayak anak gadis 15 tahun," ungkap Imam saat ditemui oleh Health Liputan6.com di Sentul, Bogor, pada Kamis (12/2).
Imam menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun sedot lemak dapat membantu, ada kalanya perlu dilakukan tindakan tambahan.
"Dengan sedot lemak? Bisa, cuma pada saat akhir, di daerah kelenjar payudaranya, itu kadang-kadang susah," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa bagi orang yang diduga mengalami ginekomastia tetapi tidak memiliki kelenjar, prosedur sedot lemak sangat mungkin untuk dilakukan.
"Makanya, dilakukan tambahan dengan membuang menggunakan pisau sedikit di bawah payudaranya itu beberapa cm diambil, sebenarnya dengan sedot lemak bisa," jelasnya.
Belum lama ini, Imam menangani seorang pasien yang saat pemeriksaan ultrasonografi (USG) tidak menunjukkan adanya kelenjar payudara, meskipun secara fisik tampak besar.
"Payudara yang enggak ada jaringan, enak sekali dikerjakan, langsung kempes," ujarnya.
Pada usia berapa hal ini dapat dilakukan?
Mengurangi ukuran payudara pria atau menjadikannya rata sebenarnya bukanlah suatu tindakan yang mendesak atau darurat. Pada usia anak-anak, prosedur sedot lemak untuk tujuan tersebut tidak dianggap sebagai kebutuhan yang mendesak.
Namun, jika seorang anak merasa perlu melakukan prosedur ini karena mendapatkan ejekan dari teman-temannya, maka sedot lemak pada payudara dapat dilakukan saat mereka menginjak usia remaja.
"Kalau seandainya karena diolok-olok temannya dan sebagainya ya enggak apa-apa belasan tahun kerjakan aja (sedot lemak)," katanya.
Walaupun tidak ada urgensi untuk melakukan tindakan ini, tekanan sosial dari lingkungan sekitar bisa menjadi faktor pendorong.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mendengarkan perasaan anak dan memberikan dukungan yang diperlukan. Jika anak merasa lebih baik setelah melakukan prosedur, maka itu bisa menjadi keputusan yang tepat bagi mereka. Namun, tetap harus diingat bahwa keputusan ini harus diambil dengan pertimbangan yang matang dan bimbingan dari tenaga medis yang profesional.
Memahami tentang bedah plastik
Sedot lemak merupakan salah satu prosedur yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik. Dalam kesempatan ini, Profesor David S. Perdanakusuma, seorang dokter spesialis bedah plastik-rekonstruksi dan estetik dari RS EMC Sentul, memberikan penjelasan mengenai bedah plastik beserta dua area yang terkait. Ia menyatakan bahwa bedah plastik bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada bagian tubuh yang dianggap kurang.
Cabang ilmu bedah ini sangat memperhatikan hasil penampilan. Istilah 'plastik' sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'Plasticos' yang berarti mengolah atau membentuk.
David juga menambahkan bahwa bedah plastik terbagi menjadi dua area, yaitu area estetik dan area rekonstruksi. Area estetik bertujuan untuk mengubah individu yang dianggap "normal" menjadi lebih menarik, cantik, indah, muda, dan lebih kencang.
"Ini adalah area estetik, dari normal menjadi super normal. Area estetik ada dua area (yang dibedah) yaitu wajah dan tubuh," ungkap David. Di sisi lain, area rekonstruksi berfungsi untuk mengubah individu yang memiliki bentuk tubuh atau wajah yang "tidak normal" menjadi mendekati tampilan normal.
Sebagai contoh, bagi seseorang yang mengalami kecelakaan hingga merusak wajahnya, bedah rekonstruksi diperlukan untuk mengembalikan wajahnya setidaknya mendekati bentuk aslinya, meskipun tidak sepenuhnya pulih.
Bedah rekonstruksi mencakup area yang lebih luas, termasuk kepala dan wajah, penanganan luka dan luka bakar, bedah mikro, bedah tangan, hingga genitalia. Proses ini sangat penting untuk membantu individu yang mengalami perubahan fisik akibat kecelakaan atau kondisi medis lainnya, agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan percaya diri.
Bedah Estetik
David menjelaskan bahwa prinsip dasar bedah estetik berfokus pada penataan jaringan dengan tiga kata kunci, yaitu mengurangi, menambah, dan membuat. Mengurangi berarti mengubah sesuatu yang besar menjadi lebih kecil, mengencangkan yang kendur, serta menyempitkan area yang longgar.
Di sisi lain, menambah berarti mengubah yang kecil menjadi besar, meningkatkan yang sedikit menjadi banyak, sehingga tampak lebih menonjol. Sedangkan membuat berarti menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, seperti menambah lipatan mata yang sebelumnya tidak ada, menciptakan lesung pipit, atau membentuk dagu yang tidak belah menjadi belah.
"Itulah ruang lingkup dari estetik, mengurangi yang kelebihan, menambahkan yang kekurangan, atau yang enggak ada dijadiin ada," kata David.
Prinsip Bedah Rekonstruksi
Di sisi lain, prinsip bedah rekonstruksi bertujuan untuk memperbaiki kerusakan atau ketidaknormalan yang terjadi. Ini mencakup perbaikan terhadap disabilitas bawaan seperti bibir sumbing, serta kerusakan yang disebabkan oleh kecelakaan atau trauma, dan cacat yang muncul setelah menjalani operasi.
"Cacat pascaoperasi, misalnya, jika ada tumor payudara yang diangkat, maka tugas bedah plastik adalah untuk mengembalikan bentuk payudara tersebut. Begitu juga pada wajah, jika terdapat tumor yang diangkat, wajah tersebut harus diperbaiki kembali," jelasnya.
"Apakah setelah rekonstruksi jadi cantik? Enggak, tetapi paling tidak mendekati normal," tambah David.