Kenapa Buka Puasa Tidak Boleh Langsung Makan Banyak? Simak Dampaknya bagi Tubuh
Langsung makan banyak dan cepat saat buka puasa ternyata berbahaya bagi kesehatan lambung. Simak alasan medis dan tips pola makan berbuka yang benar di sini.
Pada saat berbuka puasa, disarankan untuk tidak langsung makan dalam jumlah besar dan terburu-buru. Menurut Muhammad Isman, seorang praktisi kebugaran dan konsultan diet sehat, tindakan ini dapat menyebabkan tubuh terkejut setelah berpuasa seharian.
Makan dengan cepat bisa mengganggu sistem pencernaan, yang seharusnya berfungsi baik setelah periode puasa.
"Saat berbuka, minumlah air putih seteguk demi seteguk. Tujuannya untuk menyeimbangkan kadar asam lambung yang mungkin meningkat saat kita berpuasa. Setelah dahaga hilang dan perut mulai terasa nyaman, makanlah makanan yang manis agar tenaga cepat pulih," ujarnya dikutip dari laman Percikan Iman Bandung, Jumat (13/3/2026).
Isman juga menekankan pentingnya memilih makanan manis (takjil) yang berasal dari buah-buahan seperti kurma dan gula merah saat berbuka. Ia menyarankan untuk menghindari gula pasir, gula putih, atau pemanis buatan.
Setelah menyantap takjil, sebaiknya segera melaksanakan Salat Maghrib. Gerakan salat yang lembut dapat membantu melenturkan otot-otot pencernaan dan mempersiapkan tubuh untuk mencerna makanan.
"Setelah itu, makanlah dengan komposisi 1/3 piring nasi, 1/3 piring lauk, dan 1/3 piring sayuran. Jika masih merasa lapar, tambahkan lauk atau sayuran saja. Banyak ahli gizi merekomendasikan untuk mengonsumsi sayuran dan ikan saat makan malam," jelas Isman.
Setelah sistem pencernaan beradaptasi dengan hidangan buka puasa, Isman menyebut bahwa sekitar pukul 02.00 dini hari, lambung sudah siap untuk kembali berfungsi.
Pada waktu ini, kita diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak, terutama saat sahur.
"Ngemil, makan makanan favorit, atau makan dengan porsi besar, silakan dilakukan pada jam ini hingga waktu imsak (batas waktu makan sahur) tiba," ungkap Isman.
Kondisi Pencernaan Usai Berbuka Puasa
Pada rentang waktu antara pukul 20.00 hingga 02.00, lambung kita beristirahat dan saat itulah usus besar serta usus kecil berfungsi secara optimal.
Dengan kata lain, makanan yang kita konsumsi saat sahur maupun buka puasa akan dicerna, diserap, dan didistribusikan ke seluruh tubuh, bahkan sampai ke sel-sel terkecil.
"Mekanisme pencernaan ini memerlukan energi yang besar, sehingga sangat disarankan kita beristirahat agar fokus energi yang dipakai tidak terganggu. Sebaiknya kita menghentikan aktivitas berat saat mekanisme ini terjadi, termasuk menghentikan makan," ungkap Isman.
Oleh karena itu, periode waktu tersebut sangat tepat untuk melakukan kegiatan seperti tidur, berzikir, membaca Al-Qur'an, menyimak tausiyah, atau sekadar berbincang ringan.
Isman juga menegaskan bahwa meskipun kita telah berpuasa sepanjang hari, mekanisme pencernaan tidak akan berubah karena telah diatur oleh sensor di otak yang disebut SCN.
"Sensor ini bereaksi terhadap pergantian siang dan malam, serta isyarat yang dihasilkannya akan menentukan bagaimana mekanisme tubuh ini bekerja. Salah satunya adalah optimasi pencernaan makanan sebagaimana saya jelaskan," tutur Isman.
Dengan demikian, tubuh kita hanya memiliki waktu sekitar satu hingga satu setengah jam untuk menikmati makan malam saat buka puasa. Sebelum pukul 20.00, semua kegiatan makan harus dihentikan, kecuali untuk minum air putih.
Tinjauan dari Sisi Agama
Isman menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menginstruksikan setiap umat Muslim untuk mengatur waktu makan dengan baik. Jumlah makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Yang terpenting, makanan tersebut harus cukup untuk memenuhi kebutuhan energi selama berpuasa, sehingga pelaksanaan ibadah di waktu puasa dapat berlangsung dengan optimal.
"Makan secukupnya saat berbuka akan meningkatkan semangat ibadah sahur kita. Dengan cara ini, asupan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung aktivitas selama berpuasa tetap terjaga. Pola makan seperti ini membantu kita memiliki tenaga yang cukup serta motivasi tinggi untuk meningkatkan ibadah selama puasa," ungkap Isman.
Melalui penjelasan dari ahli kebugaran tersebut, saatnya bagi setiap orang untuk menahan diri dari keinginan makan berlebihan yang biasanya muncul saat berbuka puasa.
Selain untuk mendukung kelancaran aktivitas ibadah yang dilakukan selama bulan puasa, hal ini juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Dengan mengatur pola makan dan tidak berlebihan, kita dapat memastikan bahwa tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa.