Hindari Kebiasaan Ngemil Jadi Langkah Awal Mencegah Terjadinya Diabetes
Menghindari kebiasaan ngemil sangat penting untuk mengurangi risiko terkena diabetes.
Dokter spesialis gizi dan sub spesialis nutrisi dalam bidang kelainan metabolisme gizi, Ida Gunawan, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki tujuan untuk mengurangi penyakit tidak menular, seperti diabetes. "Kalau bicara apa sih target Indonesia yang akan datang, pastinya kita turunkan semua nilai kesakitan dan kematian. Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk kematian karena penyakit kardiovaskular. Indonesia juga menduduki peringkat kelima di dunia untuk kasus diabetes," kata Ida kepada Health Liputan6.com .
Ida melanjutkan bahwa kedua penyakit tersebut termasuk dalam kategori penyakit kronis atau penyakit tidak menular yang sebenarnya dapat dicegah. "Apakah kalau orangtuanya diabetes, saya harus diabetes juga? Enggak kan. Apakah saya yang usianya hampir 60 saya harus diabetes? Enggak, apa yang saya lakukan? Saya lakukan yang basic, perubahan gaya hidup," jelasnya. Salah satu perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah pengaturan pola makan atau diet. Ida menceritakan pengalamannya, di mana berat badannya pernah mencapai 67 kg, namun kini telah turun menjadi 54 kg.
"Apa yang saya lakukan? Yang pertama diet-nya, ternyata saya makannya salah. Saya suka megangin kerupuk kalau nonton film drama. Sebelah kanan ada tisu, sebelah kiri ada toples, jadi kalau nangis, kerupuk masuk, kondisi-kondisi seperti ini harus diubah," kenang Ida. Dengan melakukan perubahan sederhana dalam pola hidupnya, Ida berharap dapat menjadi contoh bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan mencegah penyakit yang dapat dicegah.
Diet yang Paling Mudah
Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang gizi, Ida menyadari bahwa pola makan yang dianggap sepele dapat berdampak besar pada kesehatan. "Tapi kan tidak semua orang harus sekolah jadi dokter gizi dulu baru turun sekian kilo. Jadi harus disosialisasikan bahwa (mengatur) diet itu harus," ujarnya. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman tentang nutrisi bagi semua orang, bukan hanya mereka yang berprofesi di bidang kesehatan.
Ketika ditanya tentang jenis diet yang paling mudah diterapkan, Ida menjawab, "Diet gizi seimbang itu loh, dulu saya enggak suka sayur sekarang berebut sayur bayam di rumah. Dan yang kedua olahraga, tadi saya sudah jalan 8000 langkah." Dengan begitu, ia menekankan bahwa mengonsumsi makanan yang seimbang dan rutin berolahraga adalah kunci untuk mencapai kesehatan yang optimal. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan tubuh.
Hindari Mewarisi Diabetes dari Keluarga
Ida menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga sebagai langkah untuk mencegah diabetes. Ia menyadari bahwa ada riwayat diabetes dalam keluarganya, yang membuatnya semakin waspada. "Nenek saya juga meninggal karena diabet dan komplikasi jantung, ayah saya meninggal akibat stroke karena diabet juga, om-om saya diabet juga, apakah diabet itu harus saya terima warisannya? Enggak harus kan," ungkapnya.
Meskipun memiliki predisposisi genetik, Ida percaya bahwa gaya hidup sehat dapat membantu mengatasi faktor genetik tersebut. "Meskipun saya punya gen, tapi gen itu bisa ditutup dengan melakukan gaya hidup sehat, jadi itu yang bisa Anda lakukan untuk dukung Indonesia Emas yang akan datang," jelas Ida. Dengan komitmennya, ia berharap dapat memberikan contoh positif bagi orang lain dalam menjaga kesehatan.
Pastikan Cukup Tidur
Selain menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga, Ida juga menekankan pentingnya memperhatikan waktu tidur. "Saya sering kali menemukan pasien yang masih muda tidur selama 8 atau 9 jam, tetapi mereka tidur dari jam 2 pagi hingga jam 10. Jadi, bukan hanya durasi tidur yang perlu diperhatikan, tetapi juga waktu mulai tidur Anda," jelasnya. Ida juga mengamati bahwa banyak pemuda yang mengikuti tren intermittent fasting, di mana mereka biasanya berpuasa hingga siang dan melewatkan sarapan.
"Banyak anak sekarang yang melakukan intermittent fasting, tetapi berat badan mereka tidak turun. Ini disebabkan karena sarapan merupakan salah satu kunci utama untuk menurunkan berat badan," tambah Ida. Sebagai seorang dokter gizi, Ida tidak melarang pasiennya untuk melakukan intermittent fasting, namun ia selalu menyarankan agar pasien tetap sarapan sekitar pukul 8 atau 9 pagi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4856955/original/004185100_1717797611-240607_INFOGRAFIS_LIFESTYLE_IFaktor-Faktor_Penentu_Keberhasilan__Diet_S_01.jpg)