Sering Salah Kaprah! Ini Bahaya dan Tips Aman Meal Prep Menurut Dokter Gizi
Tren meal prep kian populer, namun kesalahan penyimpanan bisa membahayakan kesehatan. Dokter gizi mengungkap bahaya proses beku-cair berulang dan tips aman melakukan meal prep agar tetap sehat.
Tren menyiapkan makanan dalam jumlah banyak untuk stok mingguan, atau yang dikenal sebagai meal prep, kini semakin marak di berbagai platform media sosial. Metode ini menawarkan kepraktisan dan efisiensi waktu, terutama bagi individu dengan jadwal padat yang ingin menjaga pola makan sehat. Namun, di balik kemudahannya, dokter spesialis gizi mengingatkan pentingnya metode penyimpanan yang benar agar tidak membahayakan kesehatan.
Dokter spesialis gizi dari Universitas Indonesia, dr. Consistania Ribuan, Sp.GK, AIFO-K, FINEM, menegaskan bahwa meal prep diperbolehkan asalkan cara penyimpanannya dilakukan dengan tepat. Pernyataan ini disampaikannya dalam gelar wicara Ravelle di Jakarta, baru-baru ini, menyoroti aspek keamanan pangan yang sering terabaikan. Konsistensi dalam menjaga kualitas makanan adalah kunci utama keberhasilan meal prep yang aman dan bermanfaat.
Salah satu kesalahan paling umum yang sering terjadi dalam praktik meal prep adalah mencairkan stok bahan makanan beku yang sudah disiapkan seluruhnya, lalu menyimpan kembali sisanya ke dalam freezer. Tindakan ini, menurut dr. Consistania, sangat tidak dianjurkan. Praktik ini berpotensi besar menurunkan kualitas makanan dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.
Bahaya Proses Beku-Cair Berulang pada Meal Prep
Proses beku-cair yang berulang pada bahan makanan, terutama protein seperti daging, ayam, atau ikan, dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan. Kualitas nutrisi makanan akan menurun drastis, termasuk zat gizi penting seperti protein dan vitamin larut air. Penurunan kualitas ini tidak hanya mengurangi manfaat gizi dari makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dapat memengaruhi cita rasa dan tekstur.
Lebih lanjut, dr. Consistania menjelaskan bahwa kekhawatiran terbesar adalah kontaminasi bakteri. Setiap kali makanan dicairkan, suhu makanan akan naik ke zona bahaya (antara 4°C hingga 60°C) di mana bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. Jika makanan kemudian dibekukan kembali, bakteri yang sudah berkembang biak tidak akan mati, melainkan hanya berhenti tumbuh sementara.
Ketika makanan dicairkan lagi, bakteri tersebut akan kembali aktif dan berlipat ganda, membuat makanan lebih cepat rusak. Siklus beku-cair berulang ini secara signifikan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya, yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika dikonsumsi. Oleh karena itu, menghindari proses ini merupakan langkah krusial dalam menjaga keamanan pangan meal prep.
Kiat Aman Melakukan Meal Prep untuk Kesehatan Optimal
Untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri dan penurunan kualitas nutrisi, dr. Consistania menyarankan agar bahan makanan seperti daging yang sudah dimarinasi atau dibumbui sebaiknya disimpan dalam porsi terpisah sejak awal sebelum dibekukan. Ini adalah langkah pencegahan yang efektif untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disiapkan. Pemisahan porsi ini memudahkan pengelolaan stok makanan.
Dengan memisahkan bahan makanan per porsi, Anda hanya perlu mencairkan dan memasak satu porsi yang dibutuhkan pada hari itu, tanpa perlu merusak sisa stok. Misalnya, jika Anda menyiapkan ayam marinasi untuk lima porsi, bekukan masing-masing porsi dalam wadah atau kantong terpisah. Ketika ingin mengonsumsi satu porsi, cukup ambil satu bagian dan cairkan, sementara sisanya tetap beku dan aman.
Meal prep memang sangat bermanfaat untuk mendukung gaya hidup sehat dan efisien, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat. Namun, keamanan makanan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan prosesnya. Penyimpanan yang tepat tidak hanya menjaga kualitas nutrisi, tetapi juga mencegah risiko penyakit akibat makanan rusak atau terkontaminasi, memastikan manfaat optimal dari meal prep.
Sumber: AntaraNews