Tahukah Anda? Air Panas Lebih dari 70°C Penting untuk Mencegah Kontaminasi Bakteri pada Ayam dan Daging

Simak tips penting dari ahli gizi RSCM tentang cara efektif mencegah kontaminasi bakteri Salmonella dan E. coli dari ayam dan daging, mulai dari pencucian hingga penyimpanan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Air Panas Lebih dari 70°C Penting untuk Mencegah Kontaminasi Bakteri pada Ayam dan Daging
Simak tips penting dari ahli gizi RSCM tentang cara efektif mencegah kontaminasi bakteri Salmonella dan E. coli dari ayam dan daging, mulai dari pencucian hingga penyimpanan. (Merdeka.com)

Kontaminasi bakteri pada bahan makanan seperti ayam dan daging mentah menjadi perhatian serius dalam menjaga keamanan pangan. Bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli dapat dengan mudah menyebar jika tidak ditangani dengan benar, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi konsumen.

Untuk mengatasi masalah ini, Khaerani Angelia, S.Gz, RD, CHNMP, Kepala Subinstalasi Perencanaan, Produksi, dan Distribusi Makanan RSCM, membagikan panduan komprehensif. Ia menekankan pentingnya serangkaian langkah pencegahan mulai dari persiapan hingga penyajian makanan.

Langkah-langkah ini mencakup praktik pencucian yang tepat, pemisahan alat masak, serta pengaturan suhu yang presisi selama penyimpanan dan proses memasak. Penerapan pedoman ini diharapkan dapat secara efektif meminimalisir risiko kontaminasi bakteri dan memastikan makanan yang aman dikonsumsi.

Proses pencucian wadah dan alat makan memegang peranan krusial dalam upaya mencegah kontaminasi bakteri dari ayam dan daging. Khaerani Angelia menegaskan bahwa air dapat menjadi sumber kontaminan terbesar dalam makanan, sehingga perhatian ekstra harus diberikan pada tahapan ini.

Menurutnya, "Air dapat menjadi sumber kontaminan terbesar dalam makanan. Oleh karena itu, proses pencucian wadah dan alat makan perlu diperhatikan dengan baik. Pada proses pencucian wadah atau alat makan tahapan akhir menjadi ujung tombak untuk menghilangkan bakteri yaitu dengan cara membilas dengan air panas (suhu lebih dari 70⁰C)." Pembilasan dengan air panas ini efektif membunuh bakteri yang mungkin menempel.

Selain itu, Khaerani juga menyarankan untuk tidak mencuci bahan mentah yang akan disimpan, seperti ayam atau daging, karena hal ini justru dapat menyebarkan bakteri ke area lain di dapur. Kontaminasi silang juga dapat terjadi melalui talenan dan pisau; oleh karena itu, sangat direkomendasikan untuk menggunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk bahan mentah dan makanan matang.

Untuk mengeringkan alat atau wadah makanan, penggunaan kain lap tidak disarankan. Lebih baik menggunakan paper towel atau tisu dapur sekali pakai untuk menghindari penyebaran bakteri yang mungkin menempel pada kain lap yang digunakan berulang kali.

Keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kebersihan alat, tetapi juga pada metode penyimpanan dan pemasakan yang benar. Bakteri Salmonella dan E. coli seringkali bersumber dari daging yang tidak matang sempurna, kotoran hewan, dan air yang tercemar.

Pada proses penyimpanan, bahan makanan harus disimpan pada suhu yang sesuai standar untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Jika bahan baku seperti ayam, daging, dan ikan akan disimpan dalam waktu singkat (1-3 hari), suhu penyimpanan yang direkomendasikan adalah -5⁰C hingga 0⁰C. Namun, jika makanan akan disimpan dalam waktu lama (lebih dari seminggu), suhu harus dijaga di bawah -10⁰C.

Saat memasak, suhu dan waktu pengolahan adalah dua faktor penting untuk menghilangkan bakteri. Setiap metode pengolahan memiliki standar suhu yang harus dicapai:

  • Makanan Kukus: >90 °C
  • Masakan Rebus: >95°C
  • Masakan Bertumis: ≥ 80° C
  • Masakan Goreng: >130°C
  • Masakan Panggang: ≥120° C

Waktu pemasakan juga perlu disesuaikan dengan jenis dan ukuran bahan baku yang diolah untuk memastikan kematangan sempurna dan membunuh semua bakteri berbahaya.

Setelah proses pemasakan selesai, tahapan pendistribusian atau penyajian makanan menjadi titik kritis yang memerlukan perhatian khusus. Pada tahap ini, tidak ada lagi proses pemanasan yang dapat membunuh bakteri, sehingga suhu makanan matang harus dipertahankan dengan cermat.

Khaerani Angelia menjelaskan, "Selesai proses pemasakan ada tahapan proses pendistribusian yang menjadi critical point, yang mana pada tahap ini tidak ada lagi proses pemanasan yang dapat membunuh bakteri sehingga suhu makanan matang harus dipertahankan minimal 60° C dan makanan matang dapat aman disimpan dalam waktu 4-6 jam pada suhu ruang (

Menjaga suhu makanan matang di atas 60°C sangat penting untuk mencegah pertumbuhan kembali bakteri yang mungkin masih bertahan atau kontaminasi baru. Batas waktu penyimpanan 4-6 jam pada suhu ruang kurang dari 30°C juga merupakan pedoman penting untuk memastikan makanan tetap aman dikonsumsi dan terhindar dari risiko kontaminasi bakteri.

Dengan memperhatikan seluruh tahapan, mulai dari pencucian, penyimpanan, pemasakan, hingga pendistribusian, risiko kontaminasi bakteri pada makanan dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini akan berkontribusi pada keamanan pangan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi