5 Makanan Ultra Olahan atau Ultra Proses yang Ternyata Memiliki Manfaat Kesehatan
Makanan olahan tak melulu berdampak buruk bagi kesehatan kita. Terdapat sejumlah jenis yang memiliki manfaat untuk dikonsumsi.
Makanan olahan sering kali mendapatkan reputasi buruk karena dianggap tidak sehat. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua makanan olahan berbahaya? Beberapa di antaranya justru memiliki manfaat kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Faktanya, para ahli menyatakan bahwa makanan olahan tertentu dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dipilih dengan bijak. Dilansir dari Health, berikut adalah lima jenis makanan olahan yang ternyata mengandung manfaat kesehatan.
1. Roti Gandum Utuh
Apakah Anda tahu bahwa roti, bahkan yang berbahan gandum utuh, termasuk makanan olahan? Seperti yang dikatakan Bonnie Taub-Dix, ahli gizi sekaligus penulis Read It Before You Eat It: Taking You from Label to Table, “Kecuali Anda langsung mengunyah batang gandum di pagi hari, roti yang Anda makan—bahkan yang organik sekalipun—telah melalui proses pengolahan.”
Namun, roti gandum utuh memiliki banyak manfaat kesehatan. Menurut laporan American Society for Nutrition, roti gandum utuh mempertahankan sebagian besar nilai gizi selama proses pengolahan dibandingkan tepung halus. Roti ini kaya akan serat, vitamin B, dan nutrisi penting lainnya yang mendukung pencernaan dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Ketika memilih roti, pastikan bahan utama yang tercantum adalah gandum utuh, gandum hitam, atau barley. Pilih roti dengan daftar bahan yang singkat dan mudah dikenali, seperti minyak zaitun, gula, atau garam. Hindari roti dengan bahan tambahan yang tidak dikenal atau minyak kedelai, karena minyak zaitun memiliki profil lemak yang lebih sehat.
2. Daging Olahan Berasal dari Ternak yang Diberi Pakan Rumput
Daging olahan, seperti bacon atau sosis, sering kali dianggap tidak sehat. Namun, versi yang berasal dari ternak yang diberi pakan rumput memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan daging dari ternak yang diberi pakan biji-bijian.
Penelitian pada tahun 2022 menunjukkan bahwa daging sapi dari ternak yang diberi pakan rumput memiliki kandungan asam lemak omega-3 dan asam alfa-linoleat yang lebih tinggi, yang baik untuk kesehatan jantung. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengonsumsi daging olahan, pilihlah yang berasal dari sumber ternak yang diberi pakan rumput. Ini adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan alternatif lainnya.
3. Hummus
Hummus, yang sering digunakan sebagai pelengkap makanan atau camilan, memang termasuk makanan olahan. Beberapa merek menambahkan bahan-bahan seperti pengawet, perasa, dan natrium yang membuatnya kurang sehat. Namun, hummus berbasis kacang chickpea murni sebenarnya mengandung serat dan sedikit protein yang bermanfaat bagi tubuh.
Menurut Timothy Yeatman, MD, untuk mendapatkan manfaat terbaik, pilihlah hummus yang menggunakan minyak zaitun sebagai bahan utama. Jika minyak zaitun tidak tersedia, pilihlah hummus dengan minyak bunga matahari tinggi oleat, yang memiliki kandungan asam lemak omega-9. Penelitian menunjukkan bahwa omega-9 dapat membantu mengurangi peradangan dan bahkan memiliki potensi melawan kanker.
4. Yogurt
Yogurt hadir dalam berbagai varian, mulai dari yogurt polos hingga yogurt manis dengan tambahan biskuit atau topping lainnya. Namun, seperti yang dijelaskan Taub-Dix, “Yogurt adalah makanan olahan, dan beberapa yogurt dengan kandungan gula tinggi sebenarnya tidak lebih dari permen dalam wadah.”
Meski begitu, yogurt tetap menjadi sumber probiotik yang sangat baik serta menyediakan kalsium dan protein yang dibutuhkan tubuh. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi yogurt dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan menurunkan angka kematian secara keseluruhan.
Untuk manfaat maksimal, pilihlah yogurt polos yang minim pemanis, seperti yogurt Yunani, yang memiliki kandungan protein tertinggi. Jika ingin menambahkan rasa, tambahkan buah segar atau sedikit madu sebagai pemanis alami.
5. Kacang Kalengan
Kacang kaleng sering kali dianggap tidak sehat karena melalui proses pengolahan dan kadang mengandung tambahan natrium. Namun, sebenarnya kacang—baik segar maupun kaleng—merupakan salah satu makanan tersehat yang dapat Anda konsumsi.
“Kacang kaleng mengandung protein nabati, serat, dan nutrisi penting seperti zat besi dan magnesium. Selain itu, kacang kaleng sangat praktis dan mudah dimasukkan ke dalam berbagai hidangan,” kata Taub-Dix.
Agar lebih sehat, pilihlah kacang kaleng dengan kandungan natrium rendah atau bahan tambahan minimal. Setelah dibuka, bilas dan tiriskan kacang untuk mengurangi kandungan natrium hingga 40%.
Meskipun makanan olahan sering kali mendapatkan stigma negatif, tidak semua makanan olahan layak untuk dihindari sepenuhnya. Sebaliknya, beberapa jenis makanan olahan seperti roti gandum utuh, daging olahan dari ternak pakan rumput, hummus, yogurt, dan kacang kaleng dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan jika dikonsumsi dengan bijak.
Kuncinya adalah membaca label dengan teliti, memilih produk dengan daftar bahan yang sederhana, dan menghindari tambahan gula, natrium, atau lemak jenuh berlebih. Dengan cara ini, Anda tidak hanya dapat menikmati kepraktisan makanan olahan, tetapi juga mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal. Jangan takut untuk memilih yang terbaik untuk tubuh Anda!