Trivia Internasional: 112 Negara Kini Adopsi Program Makan Bergizi Gratis ala Indonesia
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia telah menjadi inspirasi global, diadopsi oleh 112 negara. Bagaimana skema ini menarik perhatian dunia?
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengemukakan sebuah fakta menarik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Ia menyatakan bahwa mayoritas dari 112 negara yang kini menerapkan program serupa, sebagian besar mengadopsi skema yang diterapkan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda 521 Sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Kota Bandung, Jawa Barat.
Menurut Kepala Negara, ketika Indonesia memulai pelaksanaan program MBG, baru sekitar 77 negara di dunia yang memiliki kebijakan serupa. Namun, dalam waktu singkat, jumlah tersebut meningkat pesat menjadi 112 negara, menunjukkan dampak signifikan dari inisiatif Indonesia. Program MBG yang menjadi salah satu prioritas nasional pemerintahan Prabowo ini dinilai berhasil karena menggabungkan aspek gizi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kebijakan ini tidak hanya menarik perhatian negara-negara lain, tetapi juga lembaga internasional yang menaruh perhatian pada isu pangan, kemiskinan, dan kesehatan global. Program ini telah berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025 dan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai pionir dalam upaya pemenuhan gizi dan pembangunan sumber daya manusia.
Makan Bergizi Gratis: Inspirasi Global dari Indonesia
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia telah menjadi sorotan dan inspirasi bagi banyak negara di dunia. Presiden Prabowo Subianto menyoroti bagaimana skema ini berhasil menarik minat berbagai pihak internasional. Hal ini menunjukkan pengakuan atas efektivitas dan relevansi program dalam mengatasi masalah gizi.
“Seminggu yang lalu, saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute yang sudah bekerja 100 tahun di bidang pangan, di bidang program antikelaparan dan antikemiskinan. Dia mengatakan program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian seluruh dunia,” ujar Presiden Prabowo. Pernyataan ini menegaskan bahwa model MBG Indonesia memiliki daya tarik global. Lembaga sekelas Rockefeller Institute pun mengakui potensi besar dari program ini.
Peningkatan jumlah negara yang mengadopsi model MBG dari 77 menjadi 112 dalam waktu singkat merupakan bukti nyata keberhasilan Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang diterapkan Indonesia dalam program MBG sangat relevan. Model ini dapat direplikasi di berbagai konteks negara lain untuk mengatasi tantangan serupa.
Dampak dan Implementasi Program MBG di Indonesia
Program MBG di Indonesia tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak luas pada sektor lain. Selain meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekolah, program ini juga menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah. Ini menciptakan efek berganda yang positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Sejak berjalan secara bertahap pada 6 Januari 2025, program MBG telah menunjukkan capaian yang signifikan. Total 1,4 miliar porsi makanan bergizi telah disalurkan kepada 36,2 juta jiwa penerima manfaat. Angka ini mencerminkan skala dan jangkauan program yang masif di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk mendukung distribusi dan implementasi program, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah. Data per Oktober 2025 menunjukkan bahwa 10.681 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia untuk menjalankan program MBG. Jaringan SPPG yang luas ini memastikan bahwa program dapat menjangkau penerima manfaat secara efektif dan efisien.
Sumber: AntaraNews