Prabowo Pamer Program MBG Jadi Sorotan Dunia, Bahkan Sedang Dipelajari White House
Presiden Prabowo mengungkap pakar White House dan Rockefeller Institute mempelajari program Makan Bergizi Gratis yang dinilai sebagai investasi jangka panjang.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia saat ini menjadi perhatian internasional.
Ia menyebut sejumlah pakar dari White House tengah mempelajari pelaksanaan program tersebut.
“Saya hanya ingin beritahu, saya baru 1 hari lalu para ahli pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita,” kata Prabowo saat menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2).
Prabowo juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ia menerima kunjungan dari Rockefeller Institute, yang menilai program MBG sebagai investasi strategis bagi sebuah negara.
“Tiga bulan, empat bulan yang lalu, saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya dan dia mengatakan MBG itu adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara,” ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Capaian MBG
Menurut Prabowo, setiap anggaran yang dikeluarkan untuk program Makan Bergizi Gratis memiliki efek pengganda terhadap perekonomian nasional.
“Satu dollar atau satu rupiah yang kita keluarkan untuk makan bergizi akan melipatgandakan minimal 5 kali. Dan dalam jangka panjang akan 35 kali investasi,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan ketertarikan pejabat kesehatan Amerika Serikat terhadap MBG. Prabowo mengaku menerima informasi bahwa Secretary of Health AS ingin berdiskusi langsung mengenai program tersebut.
“Saya kaget sendiri Menkes you boleh cek kan ini direkam, Secretary of Health dari Amerika Serikat, ini saya dapat berita, ingin berjumpa dengan saya, ingin bertanya soal MBG,” katanya.
60 Juta Penerima Manfaat
Prabowo menyampaikan bahwa hingga saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak-anak.
Capaian ini, menurutnya, melampaui berbagai prediksi yang sebelumnya meragukan keberhasilan program.
“Enam puluh juta dalam satu tahun empat bulan. Tidak ada yang menduga kita mampu,” ucap Prabowo.
Selain dampak gizi, ia menuturkan bahwa MBG telah membuka sekitar 1 juta lapangan pekerjaan melalui operasional 22.000 dapur umum.
Pemerintah menargetkan penciptaan 3 hingga 5 juta lapangan kerja apabila cakupan program mencapai 82 juta penerima manfaat hingga Desember 2026.
“Itu nanti di ujungnya kalau kita sampai 82 juta, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja,” pungkasnya.