Tahukah Anda? Program Kompak Dompu Perkuat Peran Warga Cegah Konflik Sosial
Pemkab Dompu meluncurkan Program Kompak Dompu, inisiatif strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan konflik sosial. Bagaimana program ini bekerja dan apa dampaknya bagi stabilitas daerah?
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara aktif memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan konflik sosial. Inisiatif ini diwujudkan melalui peluncuran program Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah dalam Pencegahan Konflik (Kompak).
Kegiatan penguatan ini berlangsung di Kecamatan Woja, Dompu, pada Senin, 7 Oktober. Program Kompak Dompu dirancang untuk membangun koordinasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga di tingkat lokal.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dompu, Ardiansyah, menjelaskan bahwa program ini sangat penting. Tujuannya adalah menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif dari berbagai potensi konflik.
Pentingnya Sinergi Lintas Sektor dalam Pencegahan Konflik
Program Kompak Dompu menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk membangun sinergi lintas sektor. Ini bertujuan meningkatkan deteksi dan cegah dini terhadap persoalan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
Ardiansyah menyebutkan bahwa isu-isu seperti batas wilayah desa, sengketa tanah, dan pemanfaatan kawasan hutan masih menjadi pemicu konflik. Kenakalan remaja serta penyalahgunaan miras dan narkoba juga termasuk potensi kerawanan sosial di tengah masyarakat.
Melalui Program Kompak, pemerintah ingin memastikan langkah pencegahan dilakukan secara berjenjang. Mulai dari tingkat RT, RW, desa, hingga kabupaten, demi mewujudkan masyarakat Dompu yang aman, nyaman, dan sejahtera.
"Semakin cepat kita mengantisipasi, semakin kecil peluang konflik muncul," ujar Ardiansyah. Ia menambahkan bahwa inilah tujuan utama Kompak, yakni menjaga keharmonisan dan memperkuat stabilitas sosial di daerah.
Memperkuat Partisipasi Masyarakat dan Forum Kewaspadaan Dini
Selain melalui kegiatan sosialisasi, Badan Kesbangpol Dompu juga memperkuat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Ini melibatkan unsur hexa helix seperti akademisi, media, organisasi masyarakat, dan dunia usaha dalam mendukung pencegahan konflik secara terpadu.
Sinergi berbagai pihak ini diharapkan dapat menekan potensi kerawanan sosial yang ada. Sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kesadaran masyarakat untuk mencegah konflik tidak bisa dibangun secara instan, namun membutuhkan proses. Komunikasi dan kerja sama seluruh pihak sangat dibutuhkan agar situasi daerah tetap aman dan kondusif.
Kegiatan penguatan kewaspadaan dini melalui Program Kompak Dompu ini diikuti oleh unsur FKDM kecamatan, lurah, kepala UPTD peternakan, tenaga kesehatan, penyuluh KB, aparat kepolisian, dan perangkat pemerintah kecamatan. "Kegiatan penguatan kewaspadaan dini melalui program Kompak ini untuk memperkuat sinergi masyarakat dan pemerintah dalam mencegah potensi konflik sosial di wilayah Kabupaten Dompu," katanya.
Sumber: AntaraNews