Solo Diusulkan Jadi Daerah Istimewa, Ganjar: Layak Enggak?
Ganjar menyerahkan kepada pemerintah apakah menyetujui usulan tersebut.
Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo merespons usulan Kota Solo atau Surakarta dijadikan daerah istimewa. Dia menyerahkan kepada pemerintah apakah menyetujui usulan tersebut.
“Kebijakan yang mesti dilakukan apakah pemerintah akan membuka itu?” kata Ganjar di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/4).
Jika pemerintah mengabulkan usulan itu, Ganjar mempertanyakan proses pemekaran Kota Solo. Dia juga mempertanyakan kelayakan Kota Solo menjadi daerah istimewa.
“Layak enggak nantinya?” ujar dia.
Ganjar mengatakan, sebetulnya sudah banyak wilayah yang meminta untuk dijadikan daerah otonom. Bahkan, saat dirinya duduk di kursi anggota DPR RI, ratusan wilayah meminta untuk dijadikan daerah otonom.
Namun, kata Ganjar, tak semua wilayah itu layak menjadi daerah otonom.
“Konteksnya bukan daerah mana, apakah istimewa atau tidak, maka itu pengertian daerah otonom baru,”
Alasan Solo Diusulkan Jadi Daerah Istimewa
Sebelumnya, Kota Surakarta atau Kota Solo diusulkan menjadi Daerah Istimewa Solo. Hal ini berdasarkan adanya permintaan agar Solo dimekarkan dari Jawa Tengah dan menjadi Daerah Istimewa.
"Seperti daerah saya yang Solo, minta pemekaran dari Jawa Tengah dan diminta dibikin daerah istimewa Surakarta," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (24/4).
Menurutnya, alasan Solo diminta menjadi daerah istimewa karena secara historis memiliki kekhususan dalam proses perjuangan menghadapi penjajahan. Selain itu Solo memiliki kekhasan budaya.
"Karena secara historis mempunyai suatu kekhususan di dalam proses terhadap melakukan perlawanan terhadap zaman penjajahan dulu dan mempunyai kekhasan sebagai daerah yang mempunyai kekhususan dan kebudayaan," imbuh Bima.