Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf meminta adanya kajian mendalam soal Kota Surakarta atau Solo diusulkan menjadi Daerah Istimewa. Salah satunya adalah faktor historis.
Sebab, Dede melihat bakal banyak daerah yang akan meminta dijadikan Daerah Istimewa.
"Kita berpikir bukannya tidak boleh, boleh. Tetapi kan harus ada kajian mendalam, kajian mendalam itu. Dasarnya apa? Apakah historis. Karena yang punya historis banyak juga gitu loh. Pasti yang akan minta diistimewakan juga banyak," kata Dede, saat dikonfirmasi, Jumat (25/4).
Dia pun mencontohkan bisa saja Kota Cirebon meminta menjadi daerah istimewa. Karena, Cirebon memiliki historis yang cukup kuat.
"Kayak saya misalnya saya sebagai orang Jawa Barat, ya mungkin saya mengusulkan Cirebon sebagai daerah istimewa. Punya historis, punya sejarah, gitu kan," ujar Dede.
Namun, perlu juga dilihat faktor sosiologisnya. Perlu ada kekhasan mengapa daerah tersebut perlu dijadikan daerah istimewa.
"Jadi tetap mesti dilihat sosiologisnya. Seperti, apakah, apa namanya, ada secara secara sosiologisnya memiliki kekhasan," paparnya.
Sementara secara politis, juga masih banyak daerah-daerah yang membutuhkan pengakuan.
"Kalau yang kuatnya secara politis, masih ada daerah-daerah lain yang secara politis juga membutuhkan pengakuan," pungkas Dede.
Advertisement
Sebelumnya, Kota Surakarta atau Kota Solo diusulkan menjadi Daerah Istimewa Solo. Hal ini berdasarkan adanya permintaan agar Solo dimekarkan dari Jawa Tengah dan menjadi Daerah Istimewa.
"Seperti daerah saya yang Solo, minta pemekaran dari Jawa Tengah dan diminta dibikin daerah istimewa Surakarta," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (24/4).
Menurutnya alasan Solo diminta menjadi daerah istimewa karena secara historis memiliki kekhususan dalam proses perjuangan menghadapi penjajahan. Selain itu Solo memiliki kekhasan budaya.
"Karena secara historis mempunyai suatu kekhususan di dalam proses terhadap melakukan perlawanan terhadap zaman penjajahan dulu dan mempunyai kekhasan sebagai daerah yang mempunyai kekhususan dan kebudayaan," imbuh Bima.