DPRD Ungkap Usulan Daerah Istimewa Solo Sudah Muncul Sejak 2019
DPRD belum menerima usulan resmi mengenai Solo untuk dijadikan Provinsi Surakarta atau Daerah Istimewa Surakarta.
Munculnya usulan agar Kota Solo menjadi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) mendapatkan tanggapan dari kalangan wakil rakyat.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo, Budi Prasetyo mengaku jika hingga saat ini DPRD belum menerima usulan resmi mengenai Solo untuk dijadikan Provinsi Surakarta atau Daerah Istimewa Surakarta.
"Sampai hari ini kita belum tahu, informasi yang berkaitan dengan wacana Daerah Istimewa Surakarta.
Jadi kalau kemarin kan kita tahunya baru masuk di pusat. Kita nanti menunggu saja, prosesnya yang dari pusat sampai di mana, kita akan menunggu," ujar Budi Prasetyo, Jumat (25/4).
"Kalau itu memang harus berproses di kami, di DPRD dan pemerintah kota, kita akan lalui tahapan itu," kata Budi.
Perlu Perkembangan
Budi mengungkapkan, Daerah Istimewa Solo baik dan diperlukan untuk perkembangan Kota Surakarta dan kabupaten sekitar.
"Kalau ke depan kita ingin menjadi kota yang lebih maju dan berkembang, saya kira wacana itu cukup baik. Karena Solo sebagai kota kan tidak bisa berdiri sendiri. Tergantung juga dengan daerah sekitar, apalagi kalau wacana provinsi Surakarta itu bisa terwujud maka kita berharap akan berdampak pada perkembangan kota," kata dia.
Wacana Pemekaran Muncul Sejak 2019
Budi melanjutkan, usulan terkait DIS sebenarnya sudah muncul tahun 2019 yang disampaikan oleh Bupati Karanganyar saat itu, Juliyatmono. Yakni dengan wilayah meliputi Kota Solo (Surakarta) dutambah 6 kabupaten sekitar. Yakni Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen. Ketujuh wilayah tersebut pernah tergabung dalam Karesidenan Surakarta di masa lalu.
Untuk Kota Solo sendiri, Budi menyampaikan, baru mengusulkan pemekaran wilayah pada tingkat kelurahan. Pihaknya juga masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.
"Kalau yang selama ini, Kota Solo kita kaitannya dengan pemekaran atau pemecahan baru sebatas kelurahan, kemarin yang sudah kita jalankan," kata Budi.