Siapa Saja Anggotanya? Komite Eksekutif Otsus Papua, Motor Baru Percepatan Pembangunan Tanah Papua di Era Prabowo
Wamendagri Ribka Haluk menyebut Komite Eksekutif Otsus Papua sebagai motor baru percepatan pembangunan Tanah Papua di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua resmi dibentuk, menandai babak baru dalam upaya memajukan Tanah Papua. Pembentukan komite ini diharapkan menjadi motor penggerak utama percepatan pembangunan di enam provinsi Papua.
Pelantikan ketua dan sembilan anggota komite ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada hari Rabu. Langkah ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2025.
Wamendagri Ribka Haluk, yang juga merupakan salah satu anggota Komite Eksekutif, menegaskan bahwa komite ini akan berperan penting. Tujuannya adalah mengoordinasikan seluruh program pembangunan yang bersumber dari APBN agar efektif dan berpihak pada masyarakat setempat.
Peran Strategis Komite Eksekutif Otsus Papua dalam Pembangunan
Wamendagri Ribka Haluk menjelaskan bahwa Komite Eksekutif Otsus Papua memiliki tugas ganda yang krusial. Selain sebagai Wamendagri, ia bersama komite bertugas mengoordinasikan percepatan pembangunan di enam provinsi Papua. Koordinasi ini melibatkan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah secara intensif.
Semua program yang didanai APBN untuk Papua wajib dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Komite Eksekutif. Ribka Haluk menekankan pentingnya sinkronisasi dan efektivitas program. Hal ini sejalan dengan Astacita Presiden serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Sebagai pejabat yang melapor langsung kepada Presiden, Ribka Haluk memastikan setiap kebijakan memberi manfaat nyata. "Ini amanah besar untuk memastikan semua program berpihak pada rakyat Papua agar Papua maju dan sejahtera, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Dukungan dan Harapan untuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua
Penunjukan Ribka Haluk sebagai anggota Komite Eksekutif Otsus Papua mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai langkah Presiden Prabowo ini sangat tepat. Formasi komite yang melibatkan banyak putra-putri Papua juga menjadi sorotan positif.
Keterlibatan tokoh-tokoh lokal diharapkan dapat mempercepat pemahaman masalah di tingkat akar rumput. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan. Pemahaman mendalam terhadap konteks budaya dan sosial Papua sangat penting.
Fernando Emas menambahkan, optimalisasi dana otonomi khusus menjadi kunci keberhasilan. "Dengan optimalisasi dana otonomi khusus dan koordinasi yang kuat di bawah kepemimpinan Ribka Haluk, pembangunan Papua bisa lebih terarah, berkeadilan, dan berdampak langsung bagi masyarakat," tuturnya. Harapannya, pembangunan di Papua akan semakin merata dan inklusif.
Susunan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua
Pelantikan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Presiden Prabowo Subianto telah mengukuhkan sepuluh nama. Komite ini diketuai oleh Velix Vernando Wanggai. Kesembilan anggota lainnya merupakan figur-figur yang diharapkan membawa perubahan positif.
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 110/P Tahun 2025, berikut adalah susunan lengkap ketua dan anggota Komite Eksekutif tersebut:
- Velix Vernando Wanggai, sebagai Ketua
- John Wempi Wetipo, sebagai Anggota
- Ignatius Yogo Triyono, sebagai Anggota
- Paulus Waterpauw, sebagai Anggota
- Ribka Haluk, sebagai Anggota
- Ali Hamdan Bogra, sebagai Anggota
- Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, sebagai Anggota
- Yanni, sebagai Anggota
- John Gluba Gebze, sebagai Anggota
- Juharson Estrella Sihasale, sebagai Anggota
Formasi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk melibatkan berbagai elemen. Tujuannya adalah memastikan percepatan pembangunan di Papua berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews