Dialog 3 Jam, Velix Wanggai Bocorkan Isi Pertemuan dengan Prabowo Tambahan Dana Otsus hingga Provinsi Baru
Ada beberapa masalah yang langsung diselesaikan, namun ada juga yang perlu pembahasan lebih lanjut dengan menteri terkait.
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog dengan 6 gubernur serta 42 bupati/walikota seluruh wilayah Papua selama tiga jam di Istana Negara Jakarta, Selasa (16/12). Selama tiga jam tersebut, Prabowo mendengarkan sejumlah masukan serta masalah-masalah yang dihadapi kepala daerah.
"Semua gubernur memberikan masukan-masukan, menyampaikan problema-problema yang ada. Banyak bupati tadi yang menyampaikan, walikota menyampaikan persoalan-persoalannya," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pera usai menghadiri pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/12).
Menurut dia, ada beberapa masalah yang langsung diselesaikan, namun ada juga yang perlu pembahasan lebih lanjut dengan menteri terkait. Namun, Tito memastikan komitmen Prabowo mempercepat pembangunan di Papua.
"Dialog hari ini sangat produktif sekali dan Bapak Presiden sangat menunjukkan komitmen beliau untuk mempercepat pembangunan di Papua. Kita ingin agar Papua lebih cepat maju dan rakyatnya lebih sejahtera," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Velix Wanggai menyampaikan empat poin penting yang dibahas Prabowo bersama kepala daerah wilayah Papua. Salah satunya, usulan pembentukan provinsi baru di Papua.
Point pertama yang dibahas Prabowo bersama kepala daerah yakni, mengenai kerangka Rencana Induk Pembangunan Papua (RIPP) yang telah disusun pemerintah pusat. Prabowo meminta agar pemerintah daerah Papua dapat memetakan kembali agenda strategis pemerintah serta program priorotas pemerintah, khususnya terkait pembangunan Papua.
"Grand design yang telah disusun oleh Bappenas ini coba kita petakan kembali agenda-agenda strategis, quick wins dari Bapak Presiden, kemudian beberapa program prioritas dari berbagai kementerian. Coba kita lihat bagaimana perjalanan selama 5 tahun, target-target waktunya, alokasi dananya, baik 2026, 2027 hingga 2029," jelas Velix.
Terkait anggaran, Prabowo menekankan soal investasi besar pemerintah sebesar Rp60 triliun di luar dana Otsus untuk Papua. Prabowo menegaskan agar dana tersebut harus terasa manfaatnya ke seluruh lapisan masyarakat Papua.
"Sebagaimana tadi Bapak Mendagri sampaikan, hampir 60-an triliun itu di luar dana Otsus. Dana Otsus sudah sekian, tapi kemudian ada tambahan dari berbagai kebijakan dari kementerian dan itu program-program yang strategis yang manfaatnya menyentuh semua simpul-simpul sosial di Tanah Papua, baik nelayan, petani, pekerja-pekerja lain, dan sebagainya," tutur Velix.
Menurut dia, Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen untuk menambah dana Otsus Papua menjadi Rp12 triliun pada tahun 2026. Namun, Prabowo meminta agar serapan APBD yang berkualitas, tak terjadi kebocoran anggaran, dan menyentuh kebutuhan orang asli Papua.
"Itu kerangka anggaran yang kedua. Dan kita akan memastikan dari komite, memastikan anggaran hampir 60-an triliun ini dari Kementerian/Lembaga bisa tepat sasaran, lokusnya jelas, dan dapat menyentuh kebutuhan aspirasi orang asli Papua," ucap dia.
Selanjutnya, kata Velix, Prabowo menekankan soal penataan regulasi agar lebih fleksibel dan dapat memecahkan permasalahan yang ada di birokrasi. Kemudian, Prabowo dan kepala daerah membahas soal penguatan kelembagaan di birokrasi.
Usulan Provinsi Baru
Para bupati pun mengusulkan adanya pembentukan provinsi baru, khususnya di kawasan Saireri yang berada di pesisir utara Papua. Wilayah ini diusulkan menjadi provinsi baru berbasis kebudayaan.
"Dalam konteks kelembagaan ini, izin Bapak Menteri Dalam Negeri, ada juga aspirasi dari para bupati terutama di kawasan Saireri, di pesisir utara Papua untuk membentuk provinsi baru yang basis kebudayaannya adalah Saireri. Itu salah satu dalam topik aspek kelembagaan," kata Velix.
Perhatian Khusus Prabowo soal SDM di Papua
Terakhir, Prabowo memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan sumber daya manusia di Papua. Velix menyebut Prabowo ingin program-program prioritas dapat menyentuh semua masyarakat Papua, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
"Terakhir adalah kerangka sumber daya manusia. Karena ini menjadi penting sekali dalam pengembangan sumber daya manusia, berbagai program-program dari Bapak Presiden ini akan menyentuh langsung aspek pendidikan, tentang sekolah rakyat," tutur dia.
"Kemudian juga tentang sekolah unggulan terintegrasi, rumah sakit unggulan di berbagai 4 Daerah Otonom Baru, dan juga sekitar nanti 24 rumah sakit unggulan di Tanah Papua," sambung Velix.