PSI dan Jokowi: Dari Kiblat Politik hingga Peluang Jadi Ketua Umum
Jokowi disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon Ketua Umum PSI. Bahkan harapan tersebut telah bersambut.
Hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) tak bisa lagi dipandang sekadar kedekatan politik biasa. Sejak awal, PSI telah memosisikan Jokowi sebagai kiblat politik utama mereka. Di mana sebagai sebuah rujukan moral sekaligus simbol dari politik yang dianggap bersih, merakyat dan progresif.
Kini, hubungan itu memasuki babak baru. Jokowi disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon Ketua Umum PSI. Bahkan harapan tersebut telah bersambut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih memilih untuk bergabung dengan PSI ketimbang PPP.
“Enggak lah. Yang di PPP saya kira banyak calon-calon ketua umum yang jauh lebih baik, yang punya kapasitas, kapabilitas, kompetensi. Saya di PSI saja lah,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di rumahnya di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 6 Juni 2025.
Kedekatan PSI dan Jokowi
Langkah ini tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang kedekatan PSI dan Jokowi. Dalam berbagai momen, PSI secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kebijakan dan visi pemerintahan Jokowi. Bahkan, saat sebagian elite politik mengambil jarak menjelang akhir masa jabatan Presiden, PSI justru tampil sebagai pembela paling militan.
Puncak kedekatan ini terjadi pada 2023, ketika putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep resmi bergabung ke PSI dan dalam waktu singkat ditunjuk sebagai Ketua Umum. Penunjukan Kaesang menjadi simbol kuat jika Jokowi dan keluarganya telah melekat dalam struktur dan arah politik PSI.
Keputusan menjadikan Kaesang sebagai Ketua Umum PSI ditentukan dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Surat Keputusan PSI menjadikan Kaesang sebagai Ketum PSI pun diserahkan Grace kepada Kaesang secara langsung.
"Memutuskan, menetapkan pengangkatan Saudara Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum DPP PSI periode 2023-2028," kata Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie pada 25 September 2023.
Pesaing Jokowi
Jelang masa jabatan Kaesang segera berakhir, PSI menggulirkan mekanisme Pemilu Raya, sistem pemilihan ketua umum partai secara langsung oleh seluruh kader. Dalam proses ini, sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai calon potensial, termasuk yang paling mengejutkan munculnya nama Jokowi.
Seperti diketahui, Jokowi telah tidak berpartai usai purnatugas sebagai Presiden. PDIP yang telah dua kali mengusungnya, memutuskan memecat mantan Wali Kota Solo itu bersama anggota keluarganya, dari Gibran Rakabuming Raka hingga Bobby Nasution.
Wacana masuknya nama Jokowi dalam bursa calon ketua umum PSI muncul dari aspirasi internal kader. Menariknya, sinyal dari Jokowi sendiri tampak menguat. Ketika dihadapkan pada pilihan untuk “berlabuh” ke partai politik pasca-presiden, Jokowi dikabarkan lebih condong ke PSI ketimbang partai lama seperti PPP, yang sebelumnya sempat digadang-gadang bakal menjadi kendaraan politik barunya.
Selain Jokowi, ada beberapa nama yang santer disebut karena berpeluang menjadi calon ketua umum PSI. Misalnya saja Kaesang Pangarep, Ketua DPP Agus Herlambang dan anggota dewan pembina PSI Isyana Bagoes Oka
Jokowi mendapatkan dukungan dari PSI DKI Jakarta. Kaesang dan Agus Herlambang dijagokan menjadi pasangan ketum dan waketum oleh PSI Jawa Barat. Sementara PSI Banten menilai Isyana memiliki gaya kepemimpinan Isyana terlihat mengayomi dan tegas, serta memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik.
Pemilu Raya PSI
Untuk diketahui, Pemilu Raya merupakan bagian dari transformasi politik PSI untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman dan melibatkan masyarakat, terutama anak muda, dalam menentukan arah politik. Pendaftaran calon ketua umum dibuka sejak 13 Mei 2025 dan diperpanjang hingga 23 Juni 2025.
Adapun, syarat berpartisipasi adalah calon harus terdaftar sebagai anggota PSI, mendapatkan dukungan dari minimal 5 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di tingkat provinsi dan 20 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di tingkat kota/kabupaten.
Pemungutan suara akan dilakukan melalui e-vote pada 12-19 Juli 2025. Hasil Pemilu Raya akan diumumkan pada Kongres PSI di Solo pada 19 Juli 2025.