Bursa Caketum, PSI NTT Rekomendasikan Jokowi dan Kaesang
Nama Jokowi dan Kaesang diusulkan sebagai calon ketua umum berdasarkan Kopdarwil pengurus DPD se-NTT dan DPW PSI NTT di Kupang, Minggu (18/5).
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) merekomendasikan Presiden ke-VI RI Joko Widodo (Jokowi) dan Kaesang Pangarep sebagai calon ketua umum. Nama Jokowi dan Kaesang diusulkan sebagai calon ketua umum berdasarkan Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) pengurus DPD se-NTT dan DPW PSI NTT di Kupang, Minggu (18/5).
"Melalui Kopdawil pengurus DPD se-NTT dan DPW PSI NTT secara kompak merekomendasi dua nama untuk calon ketua Umum DPP PSI yaitu bapak Ir. Joko Widodo dan Mas Kaesang Pangarep," kata Ketua DPW PSI NTT Christian Widodo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/5).
Christian mengungkap alasan pengurus DPW dan DPD PSI se-NTT merekomendasikan nama Jokowi dan Kaesang sebagai calon ketua umum. Menurut dia, Jokowi dianggap pengurus DPW dan DPD PSI se-NTT sebagai sosok inspirasi perjuangan PSI. Sedangkan Kaesang sudah berkontribusi banyak untuk membesarkan PSI. Kaesang yang merupakan putra bungsu Jokowi diketahui saat ini menjabat sebagai ketua umum PSI.
"Sehingga kami mengganggap dua sosok ini mampu membawa PSI semakin besar ke depannya," ujar Christian.
Christian widodo yang saat ini menjabat Wali kota Kupang juga mengingatkan kepada anggota DPRD PSI se-NTT agar bekerja nyata bagi kesejahteraan masyarakat NTT. Serta menjaga sikap dengan tidak melakukan Tindakan melanggar norma sehingga menjaga nama baik partai. Kopdarwil itu juga sekaligus mengonsolidasian pengurus se- NTT terkait rotasi struktur kepengurusan.
"Semua pengurus lebih kompak dan lebih solid, kita akan menghadapi berbagai dinamika perpolitikan, tentu dengan kesolidan kita bisa melewati segala rintangan," tandas Christian.
Jokowi Masih Kalkulasi Daftar Caketum PSI
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebelumnya membuka pendaftaran untuk posisi ketua umum menggantikan Kaesang Pangarep.
Wakil Ketua PSI Andy Budiman menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa ikut mendaftar, jika memenuhi syarat yang ditetapkan partai.
Jokowi menanggapi santai pernyataan Andy Budiman. Meski demikian dia belum secara tegas menyampaikan apakah akan ikut dalam pemilihan tersebut. Kalkulasi masih dilakukan agar jika maju tidak kalah dalam pertarungan.
"Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah," ujar Jokowi di Solo, Rabu (14/5).
Mantan Presiden RI dua periode itu mengaku belum mendaftarkan diri ke panitia pemilihan.
"Belum, kan masih panjang. Sampai Juni, seinget saya masih sampai Juni," lanjutnya.
Selain Jokowi, Ketua Umum PSI saat ini Kaesang Pangarep juga berpeluang untuk ikut serta bersaing dalam pemilihan. Di singgung terkait hal tersebut, apakah akan bersaing dengan putra bungsunya, Jokowi berseloroh.
"Ya enggak tahu. Kalau saya mendaftar, mungkin yang lain enggak mendaftar mungkin, hehehe," kata Jokowi.
Di singgung soal peluang menjadi Ketum PSI, Jokowi mengaku belum mengetahuinya.
"Ya belum tahu. Karena ini kan yang saya tahu katanya mau pakai e-voting, 1 man 1 vote. Seluruh anggota diberi hak untuk memilih, yang sulit di situ," ujar Jokowi.
Soal adanya partai lain yang juga akan menggunakan sistem tersebut, Jokowi menyambut baik. Terlebih saat ini eranya digital. Dengan model pemilihan tersebut seluruh anggota akan merasa ikut memiliki.
"Ya bagus, saya kira ini kan era digital. Ini kalau misalnya pemilihan ketua dengan e-voting, melibatkan seluruh anggota, artinya ada kepemilikan terhadap partai itu ada di seluruh anggota, saya kira bagus. Dan kalau bisa, pernah saya sampaikan, kalau perlu kantor DPD, kantor DPC, kantor di tingkat kecamatan semuanya pakai virtual office, bagus banget. Tapi regulasinya perlu diubah. Menurut saya partai kedepan akan spt itu," kata Jokowi.
Jokowi menambahkan, sistem tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun untuk PSI, dirinya belum mengetahui mana yang diterapkan.
"Ya kurang lebih, saya nggak tahu ya di PSI yang diadopsi yang mana. Tapi yang saya sampaikan partai super TBK ya kurang lebih seperti itu," jelasnya.
Di singgung adanya rencana ke partai baru atau partai lain termasuk Partai Golkar, Jokowi mengaku masih melakukan hitung-hitungan.