Prabowo Cek Jembatan Bailey Teupin Mane Aceh, Pastikan Jalur Vital Segera Terhubung Kembali
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pemasangan jembatan bailey di Teupin Mane, Bireuen, Aceh. Kunjungan ini memastikan jalur vital pasca-banjir segera pulih.
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh pada Minggu siang, 7 Desember, untuk meninjau langsung pemasangan jembatan bailey di Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Kunjungan ini merupakan agenda pertamanya di Aceh hari itu, menunjukkan prioritas pemerintah dalam penanganan pascabencana.
Pemasangan jembatan sementara ini bertujuan menggantikan struktur jembatan utama yang ambruk akibat terjangan banjir bandang pada 25 November, yang telah memutus akses vital di wilayah tersebut. Presiden Prabowo hadir untuk memastikan proses perbaikan infrastruktur berjalan lancar dan cepat.
Jalur yang terputus ini sangat krusial karena menghubungkan Bireuen dengan Kota Takengon di Kabupaten Aceh Tengah, sehingga pemulihan konektivitas menjadi sangat mendesak. Kehadiran kepala negara diharapkan dapat mempercepat upaya rekonstruksi dan memberikan dukungan moral bagi masyarakat terdampak.
Tinjauan Langsung Presiden Prabowo di Lokasi Bencana
Setibanya di lokasi pemasangan badan jembatan bailey, Presiden Prabowo menerima paparan detail dari Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengenai progres dan tantangan yang dihadapi. Beliau mendengarkan dengan seksama penjelasan teknis terkait pemasangan jembatan darurat tersebut.
Setelah paparan, Presiden Prabowo langsung berjalan menuju rangka baja jembatan yang sedang dirakit oleh sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat. Beliau mengamati langsung kerja keras para personel yang berupaya memulihkan akses transportasi bagi warga.
Sepanjang pengecekan, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Turut hadir pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga ikut mendampingi Presiden. Kehadiran jajaran tinggi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana di Aceh.
Target Pemulihan dan Dampak Banjir Bandang
Di tepian Sungai Teupin Mane yang arusnya masih cukup deras, Presiden Prabowo sempat memberikan instruksi langsung kepada Menteri PU Dody Hanggodo terkait percepatan pekerjaan. Beliau menekankan pentingnya efisiensi dan keamanan dalam proses pemasangan jembatan.
Presiden Prabowo menyampaikan target penyelesaian jembatan bailey ini kepada publik. "Ini kita lihat salah satu jembatan bailey yang mereka kerja terus (untuk menyelesaikannya, red.), diharapkan satu minggu sudah bisa buka, dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon ke atas," ujarnya.
Kabupaten Bireuen merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang pada 25 November. Bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah warga, jalan, dan jembatan, terutama di Kecamatan Juli.
Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan kini harus mengungsi di beberapa titik aman di Kecamatan Juli. Jembatan bailey ini menjadi solusi sementara untuk menyambung kembali jalur vital yang terputus, demi kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat.
Perhatian Terhadap Korban Bencana
Setelah meninjau pemasangan jembatan bailey, agenda Presiden Prabowo dilanjutkan dengan mengecek kondisi para pengungsi. Beliau mengunjungi posko pengungsian di Gampong Pante Baro, Kecamatan Juli, Bireuen, yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Teupin Mane.
Kunjungan ini bertujuan untuk menyapa masyarakat yang antusias menyambutnya serta memastikan kebutuhan dasar para korban banjir bandang dan longsor terpenuhi. Presiden menunjukkan kepedulian terhadap kondisi para pengungsi.
Interaksi langsung dengan warga terdampak bencana menjadi bagian penting dari kunjungan ini. Kehadiran Presiden diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan bagi para pengungsi untuk bangkit kembali setelah musibah yang menimpa mereka.
Sumber: AntaraNews