Polda Aceh Percepat Pembangunan Jembatan Bailey, Pulihkan Akses 7.000 Warga Terdampak Bencana
Polda Aceh percepat pembangunan jembatan bailey di Desa Lhok Cut, Aceh Utara, untuk memulihkan akses transportasi sekitar 7.000 warga pascabencana hidrometeorologi. Simak detailnya.
Kepolisian Daerah (Polda) Aceh saat ini tengah mempercepat pembangunan jembatan bailey di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pembangunan ini menjadi prioritas utama guna memulihkan akses transportasi bagi sekitar 7.000 warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Inisiatif ini merupakan wujud kepedulian Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
Jembatan bailey tersebut, yang merupakan bantuan langsung dari Kapolri, dirancang untuk menghubungkan kembali masyarakat Desa Lhok Cut dengan wilayah perkotaan dan pusat pemerintahan. Akses vital ini sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari warga. Bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November 2025 telah memutus jalur utama mereka.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, percepatan pembangunan jembatan ini menjadi atensi khusus dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Kapolda Aceh bahkan telah meninjau langsung lokasi pembangunan bersama sejumlah pejabat utama Polda Aceh, menunjukkan komitmen kuat terhadap penyelesaian proyek ini.
Memulihkan Akses Vital Warga Lhok Cut
Pembangunan jembatan bailey ini sangat krusial bagi sekitar 7.000 jiwa penduduk Desa Lhok Cut. Sebelumnya, akses mereka menuju perkotaan dan pusat pemerintahan terputus total akibat dampak bencana hidrometeorologi. Kondisi ini tentu sangat menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan bahwa jembatan ini akan menjadi jalur utama bagi warga untuk berbagai keperluan. Mulai dari akses pendidikan bagi anak-anak hingga distribusi hasil pertanian ke pasar-pasar di perkotaan. Tanpa jembatan ini, roda perekonomian dan kehidupan sosial warga menjadi terhambat secara signifikan.
Kehadiran Polri dalam proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat. Ini adalah solusi konkret yang diberikan untuk mengatasi dampak bencana yang telah berlangsung sejak akhir November 2025.
Komitmen Polda Aceh untuk Pemulihan Ekonomi
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah memberikan perhatian serius terhadap proyek pembangunan jembatan bailey ini. Kunjungan langsung beliau ke lokasi pembangunan bersama jajaran pejabat utama menunjukkan keseriusan Polda Aceh dalam memastikan proyek ini berjalan lancar dan cepat. Hal ini juga menegaskan bahwa pemulihan pascabencana adalah prioritas.
Perwira menengah Polda Aceh berharap pembangunan jembatan bailey dapat segera rampung sepenuhnya. Dengan begitu, aktivitas masyarakat dapat kembali pulih dan berjalan normal seperti sediakala. Pemulihan infrastruktur menjadi kunci untuk mengembalikan stabilitas kehidupan warga.
Joko Krisdiyanto menambahkan bahwa jembatan bailey diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga secara langsung mendukung pemulihan perekonomian masyarakat. Akses yang lancar akan memudahkan warga untuk kembali beraktivitas produktif dan menjual hasil bumi mereka, sehingga roda ekonomi lokal dapat berputar kembali pascabencana hidrometeorologi.
Sumber: AntaraNews