Pemkot Medan Kirim Alat Berat Bantu Pemulihan Bencana Aceh Tamiang, Operasional Dinas Tetap Normal
Pemerintah Kota Medan memastikan operasional dinas tetap berjalan normal meski telah mengirimkan bantuan alat berat dan personel ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk misi kemanusiaan pascabencana.
Pemerintah Kota Medan telah menegaskan komitmennya untuk membantu pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Sumatera Utara. Bantuan berupa alat berat dan personel dikirimkan dalam beberapa tahap guna mempercepat proses rehabilitasi wilayah terdampak. Langkah ini menunjukkan solidaritas Pemkot Medan terhadap daerah tetangga yang mengalami musibah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Gibson Panjaitan menyatakan bahwa pengiriman bantuan ini tidak akan mengganggu operasional rutin dinas di Kota Medan. Ketersediaan peralatan yang memadai memastikan aktivitas pekerjaan di Medan tetap berjalan lancar. Fokus utama adalah efektivitas bantuan di lokasi bencana.
Misi kemanusiaan ini merupakan respons cepat Pemkot Medan terhadap permohonan langsung dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Total 14 unit alat berat dan 23 petugas telah dikerahkan untuk membersihkan area terdampak bencana. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur dan lingkungan.
Tahapan Pengiriman Bantuan Alat Berat Pemkot Medan
Pemkot Medan telah melakukan pengiriman alat berat dan personel sebanyak tiga tahap pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Tahap awal dilakukan pada 19 Desember 2025, menyusul permohonan langsung dari Pemerintah Kabupaten Tamiang. Pengiriman ini menjadi bukti respons cepat Pemkot Medan.
Pada tahap pertama, bantuan yang dikirimkan meliputi satu unit motor grader, dua unit backhoe loader, empat unit dump truck, dan tiga unit trado, lengkap dengan petugas operasional. Kemudian, pada 31 Desember 2025, Pemkot Medan kembali mengirimkan dua unit skid loader dalam tahap kedua.
Pengiriman tahap ketiga dilakukan pada 7 Januari 2026, dengan mengerahkan empat unit skid loader, satu unit kompresor, dan satu unit mobil crane. Seluruh alat berat dan petugas ini masih berada di Kabupaten Aceh Tamiang hingga saat ini. Keberadaan mereka sangat vital untuk upaya pembersihan.
Komitmen dan Efektivitas Operasional Dinas di Medan
Gibson Panjaitan menegaskan bahwa pengiriman alat berat dan personel ke Aceh Tamiang merupakan bentuk komitmen serta solidaritas Pemkot Medan. Tujuan utama adalah mempercepat pemulihan lokasi yang terdampak bencana. Solidaritas ini mencerminkan kepedulian antar daerah.
Meskipun banyak aset dikerahkan, operasional sejumlah dinas di Kota Medan, khususnya Dinas SDABMBK, dipastikan tidak terganggu. Ketersediaan peralatan yang mencukupi di Medan menjamin aktivitas pekerjaan tetap berjalan normal. Ini menunjukkan perencanaan yang matang dari Pemkot Medan.
Petugas dan armada yang dikirimkan fokus pada pembersihan di beberapa titik lokasi dampak bencana, termasuk kantor pemerintahan. Melihat efektivitas alat berat dari Pemkot Medan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahkan berharap adanya pengiriman tambahan skid loader. Praja IPDN juga turut serta membantu percepatan pemulihan di lapangan.
- Alat berat dan personel yang dikirim Pemkot Medan ke Aceh Tamiang meliputi:
- Tahap 1 (19 Desember 2025): 1 unit motor grader, 2 unit backhoe loader, 4 unit dump truck, 3 unit trado, beserta petugas.
- Tahap 2 (31 Desember 2025): 2 unit skid loader.
- Tahap 3 (7 Januari 2026): 4 unit skid loader, 1 unit kompresor, 1 unit mobil crane.
- Total: 14 unit alat berat dan 23 petugas operator/sopir.
Sumber: AntaraNews