Bantuan PB IDI Aceh Tamiang: Kendaraan Operasional dan Layanan Kesehatan untuk Pemulihan Bencana

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyalurkan berbagai bantuan, termasuk kendaraan operasional, untuk tenaga kesehatan dan masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang, menegaskan komitmennya dalam respons terintegrasi guna percepatan pemuli

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bantuan PB IDI Aceh Tamiang: Kendaraan Operasional dan Layanan Kesehatan untuk Pemulihan Bencana
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyalurkan berbagai bantuan, termasuk kendaraan operasional, untuk tenaga kesehatan dan masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang, menegaskan komitmennya dalam respons terintegrasi guna percepatan pemuli (AntaraNews)

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunjukkan komitmen kuatnya dalam membantu pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang. Organisasi profesi dokter ini menyerahkan bantuan signifikan berupa kendaraan operasional untuk tenaga kesehatan, serta berbagai program kesehatan dan sanitasi bagi masyarakat terdampak. Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PB IDI untuk hadir di tengah krisis.

Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, secara langsung menyerahkan bantuan tersebut dalam peresmian program Integrasi-Respons IDI. Acara penting ini berlangsung di halaman Tamiang Sport Center (TSC) Karang Baru, Aceh Tamiang, pada Rabu, 12 Februari. Kehadiran PB IDI di wilayah ini telah dimulai sejak 3 Desember 2025, menunjukkan respons yang cepat dan berkelanjutan.

Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban korban bencana hidrometeorologi parah yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Aceh Tamiang, pada akhir November 2025. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci sukses program ini. Inisiatif ini memastikan pelayanan kesehatan dan misi kemanusiaan terus berjalan di daerah yang membutuhkan.

PB IDI memberikan dukungan vital berupa kendaraan operasional bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Aceh Tamiang. Bantuan ini meliputi tiga unit sepeda motor operasional, dengan satu unit berasal dari PB IDI sendiri dan dua unit lainnya merupakan hasil kolaborasi dengan alumni SMA 3 Malang. Selain itu, satu unit mobil ambulans juga turut diserahkan untuk memperkuat layanan medis dan aksesibilitas di lapangan.

Tidak hanya kendaraan, PB IDI juga mendistribusikan Program Makanan Bayi dan Anak (PMBA) sebanyak 7.000 paket kepada masyarakat terdampak bencana. Program ini krusial untuk memastikan asupan gizi yang memadai bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. Inisiatif ini menunjukkan perhatian PB IDI terhadap kesehatan jangka panjang warga di Aceh Tamiang.

Fasilitas dasar juga menjadi fokus bantuan, terlihat dari pembangunan lima titik sumur bor sebagai sistem air bersih. Ketersediaan air bersih sangat penting untuk sanitasi dan pencegahan penyakit pasca-bencana. Berbagai layanan kesehatan juga disediakan di beberapa posko relawan PB IDI, memastikan masyarakat mendapatkan akses medis yang diperlukan.

Program yang diluncurkan ini dinamakan "Integrasi-Respons IDI", sebuah inisiatif yang menekankan koordinasi dan efektivitas bantuan. Slamet Budiarto menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen PB IDI untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam masa krisis. Respons yang terintegrasi adalah kunci agar bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terkoordinasi dan berdampak langsung.

"Makna 'Integrasi' menegaskan bahwa seluruh sub-program dijalankan secara serentak dan saling terhubung dalam satu sistem respons terpadu," ujar Ketum PB IDI. Dengan demikian, bantuan dapat tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana (LKTB) PB IDI.

Kerja kolaboratif lintas sektor menjadi fondasi utama keberhasilan program ini, terlaksana berkat dukungan berbagai pihak. Herbalife disebutkan sebagai mitra utama dalam upaya kemanusiaan ini. Bantuan ini merupakan bagian dari respons terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November 2025.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyambut baik program Integrasi-Respons IDI, menilai langkah ini sangat dinamis. Menurutnya, program ini menciptakan layanan yang lebih komprehensif, cepat, akurat, dan mudah diakses, terutama dalam merespons masalah kesehatan. Apresiasi ini menunjukkan pentingnya dukungan dari organisasi profesi seperti PB IDI dalam situasi darurat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sendiri tengah berupaya keras memulihkan kondisi wilayah dari dampak lumpur yang sangat masif akibat bencana. "Program integrasi respons ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan terpadu," demikian Armia Fahmi menyampaikan. Sinergi antara PB IDI dan pemerintah daerah sangat vital untuk percepatan pemulihan.

PB IDI telah aktif bekerja di Aceh Tamiang sejak 3 Desember 2025, menunjukkan komitmen jangka panjang. Meskipun personel tim bergantian sesuai rotasi tugas, pelayanan kesehatan dan misi kemanusiaan tetap berjalan berkesinambungan. Kehadiran PB IDI tidak hanya untuk merespons cepat, tetapi juga memastikan pelayanan terus berjalan sampai kondisi masyarakat benar-benar pulih.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi