Pemkab Merangin Berupaya Buka Akses Desa Terisolasi Koto Rawang Pasca-Longsor
Pemerintah Kabupaten Merangin terus mengupayakan pembukaan akses desa terisolasi Koto Rawang akibat longsor, dengan mengerahkan alat berat dan menghadapi medan berat untuk membantu 90 KK yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Merangin, Jambi, sedang berupaya keras untuk membuka kembali akses jalan menuju Desa Koto Rawang, Kecamatan Jangkat. Desa ini terisolasi total setelah diterjang tanah longsor pada Kamis (8/5) lalu, memutus jalur transportasi utama. Upaya ini melibatkan pengiriman alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin, Risdiansyah, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan pengiriman alat berat menuju lokasi terdampak. "Lagi kita upayakan pengiriman alat menuju lokasi," kata Risdiansyah saat dikonfirmasi di Merangin, Sabtu. Kondisi jalan yang masih tertutup tanah tebal membuat pemukiman tersebut belum bisa dijangkau, sehingga memerlukan penanganan khusus.
Camat Jangkat, Sholihin, menegaskan bahwa satu-satunya solusi untuk membersihkan tumpukan material longsor adalah dengan menggunakan alat berat. Mengingat volume material tanah yang menutupi badan jalan cukup besar, alat berat menjadi solusi mengurai tumpukan tanah. Percepatan penanganan longsor dan perbaikan satu jembatan yang hanyut akibat luapan air sangat dibutuhkan masyarakat di sana.
Tantangan Pengiriman Alat Berat dan Medan Sulit
Pengiriman alat berat menjadi fokus utama dalam upaya membuka akses ke Desa Koto Rawang. Alat berat milik pemerintah daerah diharapkan dapat mencapai lokasi longsor dengan bantuan masyarakat setempat yang memahami medan. "Alat berat dari kabupaten bisa ke sana, nanti setelah tiba di ibu kota kecamatan, alatnya bisa diguyur masuk (area longsor). Jarak ke dalam sekitar 8 Km, harus ada alat berat masuk," jelas Sholihin. Jarak menuju desa yang mencapai 8 kilometer dari ibu kota kecamatan, dengan kondisi tanah berlumpur, menambah kompleksitas penanganan.
Risdiansyah dari Dinas PUPR Kabupaten Merangin terus berkoordinasi untuk memastikan alat berat dapat tiba di lokasi secepatnya. Medan yang berat menjadi kendala utama, sehingga diperlukan perencanaan matang dalam proses pengiriman. Masyarakat berharap alat berat dapat segera beroperasi membersihkan tiga titik longsor yang memutus jalur utama.
Sholihin menjelaskan bahwa setelah alat berat tiba di ibu kota kecamatan, akan segera diguyur masuk ke area longsor. Proses ini memerlukan panduan dari warga lokal yang sangat memahami kondisi geografis dan rute terbaik. Keberadaan alat berat sangat vital untuk mempercepat pemulihan akses dan menjaga kelancaran distribusi logistik.
Dampak Isolasi Terhadap Perekonomian dan Kebutuhan Warga
Isolasi Desa Koto Rawang berdampak signifikan terhadap kehidupan 90 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa penduduk setempat. Masyarakat di desa ini sangat bergantung pada hasil pertanian seperti padi sawah, kayu manis, dan kopi untuk menopang perekonomian mereka. Terputusnya akses jalan menghambat distribusi hasil pertanian dan pasokan kebutuhan pokok.
Sholihin mengungkapkan kekhawatiran akan lonjakan harga kebutuhan pokok jika penanganan longsor berlarut-larut. Dirinya khawatir, jika penanganan berlarut harga kebutuhan pokok bagi 90 kepala keluarga di Koto Rawang bisa melambung, akibat kelangkaan barang karena pasokan dari luar ikut tersendat. Mengingat, jarak dari ibu kota kecamatan menuju desa itu, jauhnya mencapai 12 Km.
"Ada kurang lebih 250 jiwa penduduk di sana, sama sekali tidak bisa lewat, tanahnya berlumpur, sepeda motor kalau mau lewat harus dipikul. Ini berat, mudah-mudahan bisa segera dibersihkan," tambah Sholihin. Kondisi jalan yang berlumpur membuat sepeda motor pun sulit melintas, bahkan harus dipikul oleh warga. Situasi ini menunjukkan betapa parahnya isolasi yang dialami warga Koto Rawang.
Koordinasi Lintas Perangkat Daerah untuk Penanganan Cepat
Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berupaya melakukan penanganan longsor. Koordinasi intensif dilakukan dengan lintas perangkat daerah (OPD) untuk memastikan semua upaya berjalan efektif. Kepala Diskominfo Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin Agung Saputro, menyampaikan hingga saat ini pemerintah terus berupaya melakukan upaya penanganan melalui koordinasi dengan lintas perangkat daerah.
Agung Saputro telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR terkait pengiriman alat berat. "Masih saya koordinasikan ke Kadis PU terkait pengiriman alat berat, karena medannya sangat berat. Apakah sudah digunakan alat yang ada di sana atau di kirim alat dari Bangko," tulis Agung. Pertimbangan mengenai penggunaan alat yang sudah ada di lokasi atau pengiriman alat dari Bangko sedang dievaluasi.
Upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pembukaan akses jalan, tetapi juga perbaikan infrastruktur lain seperti jembatan yang hanyut. Sinergi antar OPD diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi di Desa Koto Rawang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera mengatasi dampak bencana ini dan memulihkan kehidupan normal masyarakat.
Sumber: AntaraNews