TMMD 2026 Kalsel Targetkan Pembukaan Desa Terisolasi di 11 Lokasi, Wujudkan Pemerataan Pembangunan

DPMD Kalsel memastikan Program TMMD 2026 Kalsel akan menjangkau seluruh kabupaten/kota, membuka akses desa terisolasi di 11 lokasi dan mendorong pemerataan infrastruktur. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TMMD 2026 Kalsel Targetkan Pembukaan Desa Terisolasi di 11 Lokasi, Wujudkan Pemerataan Pembangunan
DPMD Kalsel memastikan Program TMMD 2026 Kalsel akan menjangkau seluruh kabupaten/kota, membuka akses desa terisolasi di 11 lokasi dan mendorong pemerataan infrastruktur. Simak detailnya! (AntaraNews)

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengonfirmasi bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun anggaran 2026 akan menjangkau seluruh kabupaten/kota di wilayah tersebut. Program ini secara khusus ditargetkan untuk membuka akses desa-desa terisolasi yang tersebar di 11 lokasi pelaksanaan. Inisiatif ini menandai komitmen pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan perdesaan.

Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan DPMD Kalsel, Andie Putra Pratama, menjelaskan bahwa 11 lokasi TMMD tersebut terdiri atas tujuh TMMD reguler dan empat TMMD imbangan. Keseluruhan program akan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Hal ini merupakan perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana masih terdapat daerah yang belum mendapatkan giliran pelaksanaan TMMD.

Pelaksanaan Program TMMD 2026 Kalsel akan dibagi dalam empat angkatan, mulai dari TMMD ke-127 hingga TMMD ke-130, yang juga dilaksanakan secara nasional di 38 provinsi. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dalam menjangkau berbagai wilayah. TMMD menjadi salah satu program strategis untuk pembangunan perdesaan, khususnya dalam membuka akses dan meningkatkan kualitas infrastruktur.

Program TMMD 2026 Kalsel menunjukkan peningkatan signifikan dalam cakupan wilayah, dengan menjangkau seluruh kabupaten/kota secara simultan. Andie Putra Pratama menyoroti bahwa pendekatan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana beberapa daerah mungkin belum merasakan manfaat program TMMD. Dengan 11 lokasi yang tersebar, diharapkan tidak ada lagi daerah yang terlewatkan dari upaya pembangunan ini.

Secara rinci, pelaksanaan TMMD 2026 akan terbagi dalam empat angkatan. TMMD ke-127 akan dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tabalong. Selanjutnya, TMMD ke-128 mencakup Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tapin.

Kemudian, TMMD ke-129 akan menyasar Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Barito Kuala. Terakhir, TMMD ke-130 akan dilaksanakan di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Bumbu. Pembagian ini memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Kalimantan Selatan.

Andie Putra Pratama menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu program strategis dalam pembangunan perdesaan pada tahun 2026. Fokus utamanya adalah membuka akses wilayah yang masih terisolasi serta meningkatkan kualitas infrastruktur desa dan antardesa. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan desa yang lebih mandiri dan sejahtera melalui peningkatan konektivitas.

“Fokus pengembangan kawasan perdesaan tetap mengacu pada tugas pokok dan fungsi, yakni pembangunan sarana dan prasarana desa maupun antardesa melalui pola TMMD sebagai wujud sinergi pemerintah daerah dengan TNI,” tutur Andie. Pembangunan infrastruktur melalui TMMD diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung peningkatan indeks desa, terutama pada subdimensi sarana dan prasarana.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai Indeks Desa, sehingga desa-desa di Kalimantan Selatan dapat semakin berkembang. Dengan adanya akses yang lebih baik dan infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi lokal dapat lebih terangkat dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.

DPMD Kalsel tidak hanya mengandalkan program TMMD, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan perdesaan yang terintegrasi. Kolaborasi ini melibatkan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel. Sinergi ini penting untuk memastikan pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Peningkatan jumlah lokasi TMMD pada tahun 2026 menjadi capaian penting bagi Kalsel, bahkan mendapatkan apresiasi dari TNI. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan program TMMD di seluruh kabupaten/kota. Capaian ini juga mencerminkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan TNI.

“Kami optimistis pelaksanaan TMMD 2026 mampu mempercepat pembangunan infrastruktur desa secara merata serta memperkuat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat perdesaan di Kalsel,” ujar Andie. Optimisme ini didasari oleh perencanaan yang matang dan komitmen kuat dari berbagai pihak yang terlibat dalam Program TMMD 2026 Kalsel.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi