Jembatan Putus Nagan Raya: 110 KK di Aceh Terisolir Akibat Banjir Bandang
Ratusan keluarga di Desa Gunong Kong, Nagan Raya, Aceh, masih terisolir setelah jembatan putus Nagan Raya akibat banjir bandang. BPBD telah menyalurkan bantuan.
Sebanyak 110 Kepala Keluarga (KK) di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, masih menghadapi isolasi total. Kondisi ini terjadi setelah satu jembatan rangka baja yang menjadi akses utama mereka putus diterjang banjir bandang pekan lalu. Peristiwa ini menyebabkan terputusnya jalur transportasi vital bagi warga setempat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya mengonfirmasi bahwa akses transportasi masyarakat masih terputus. Banyak warga kini terkurung di desa mereka, kesulitan untuk menuju pusat kecamatan atau kabupaten. Jembatan sepanjang 120 meter dengan lebar 5-6 meter tersebut merupakan sarana penting bagi aktivitas sehari-hari.
Untuk mengatasi situasi darurat ini, BPBD Nagan Raya telah bergerak cepat mendistribusikan bantuan. Aneka kebutuhan pokok disalurkan kepada 110 KK yang terdampak. Upaya ini bertujuan memastikan tidak ada warga yang kekurangan pasokan bahan makanan atau kebutuhan dasar lainnya.
Dampak Jembatan Putus dan Upaya Penanganan
Putusnya jembatan rangka baja di Desa Gunong Kong telah menciptakan tantangan besar bagi masyarakat setempat. Warga kini harus mengandalkan perahu mesin untuk bisa keluar dari desa mereka. Kondisi ini tentu menghambat mobilitas dan akses terhadap layanan publik serta kegiatan ekonomi.
Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menjelaskan situasi terkini. Ia menyatakan, “Saat ini akses transportasi masyarakat masih terputus, banyak warga terkurung akibat putusnya jembatan.” Pernyataan ini menegaskan urgensi penanganan cepat terhadap infrastruktur yang rusak.
BPBD Nagan Raya terus berupaya menyalurkan bantuan ke berbagai lokasi bencana. Distribusi logistik menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat. Tujuannya adalah mencegah kelangkaan pasokan makanan dan kebutuhan pokok lainnya di wilayah pedalaman yang terisolir.
Kerusakan Infrastruktur dan Data Korban Banjir
Selain jembatan putus Nagan Raya, banjir bandang yang melanda wilayah ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada ribuan rumah warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya telah memastikan total 1.807 rumah terdampak di tiga kecamatan. Kecamatan tersebut meliputi Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, dan Tripa Makmur.
Data kerusakan rumah menunjukkan skala bencana yang cukup besar. Sebanyak 487 rumah dilaporkan mengalami rusak berat, sementara 283 rumah mengalami rusak sedang. Selain itu, 1.043 rumah lainnya tercatat mengalami rusak ringan akibat terjangan banjir bandang tersebut.
Tinjauan langsung ke lokasi bencana telah dilakukan oleh pejabat daerah. Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan dan Wakil Bupati Raja Sayang, bersama jajaran terkait, telah meninjau kerusakan. Pendataan menyeluruh terus dilakukan untuk memastikan semua korban mendapatkan perhatian dan bantuan yang diperlukan.
Sumber: AntaraNews