Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Logistik ke Desa Terisolasi Pasca Bencana
Polres Aceh Tengah bersama personel Satbrimob Polda Aceh menyalurkan bantuan logistik ke desa-desa terisolasi di Kecamatan Linge, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi pasca bencana banjir dan longsor.
Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tengah bersama personel BKO Satbrimob Polda Aceh telah menyalurkan bantuan logistik ke desa-desa terisolasi di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin, 5 Januari. Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian Polri untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terisolir tetap terpenuhi, terutama setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Pendistribusian bantuan logistik ini dilakukan untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana alam di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Tengah.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, menyatakan bahwa bantuan logistik diupayakan menjangkau daerah-daerah terisolir agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Ia berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara yang terdampak bencana. Penyaluran bantuan ini juga merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memastikan pelayanan kemanusiaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi puluhan paket sembako, perlengkapan alat tulis, serta dua gulung sling kawat baja sepanjang 1.000 meter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang aksesnya terputus akibat kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung.
Akses Sulit dan Kebutuhan Mendesak Warga Terdampak Bencana
Medan yang sulit akibat banjir bandang dan tanah longsor menjadi tantangan utama dalam pendistribusian bantuan ke lima desa terdampak di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge. Untuk menjangkau lokasi tersebut, personel kepolisian menggunakan sepeda motor, sementara sling kawat baja diangkut menggunakan truk Polres Aceh Tengah. Kondisi geografis yang ekstrem ini membuat akses menuju desa-desa tersebut terputus, menyulitkan mobilitas warga dan pasokan kebutuhan pokok.
Sebelumnya, akses jalan dan jembatan penghubung menuju lima desa terisolir di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Tengah terputus total. Hal ini menyebabkan masyarakat di Kemukiman Jamat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terisolasi dari dunia luar. Keterbatasan akses ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi kesehatan masyarakat, seperti yang sempat viral mengenai seorang bayi yang disebut mengalami penyakit kulit di tengah sulitnya akses.
Kondisi ini menyoroti urgensi penyaluran bantuan dan pemulihan akses agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal. Kehadiran Polri dalam menembus wilayah terisolir ini menunjukkan komitmen negara untuk hadir di tengah kesulitan warganya.
Detail Bantuan: Sembako, Alat Tulis, dan Sling Kawat Baja
Bantuan yang disalurkan oleh Polres Aceh Tengah dan BKO Satbrimob Polda Aceh terdiri dari berbagai jenis logistik penting. Puluhan paket sembako disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat yang terdampak bencana. Selain itu, perlengkapan alat tulis juga diberikan untuk anak-anak, memastikan mereka tetap dapat belajar meskipun dalam kondisi sulit.
Tidak hanya itu, bantuan krusial lainnya adalah dua gulung sling kawat baja sepanjang 1.000 meter yang disumbangkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah. Kabel baja ini diperuntukkan sebagai akses penyeberangan sementara bagi masyarakat. Mengingat terputusnya jalan dan jembatan, sling ini menjadi solusi darurat untuk menghubungkan kembali lima desa terisolir.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di pinggiran Sungai Kali Ili, Desa Owaq, yang berbatasan langsung dengan Kemukiman Jamat Desa Linge. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Imam Mukim Kemukiman Jamat, Ilyas, serta Reje Sejahtera dan Hamdan. Selanjutnya, logistik dan sling kawat baja diseberangkan melalui akses sling penyeberangan yang telah ada atau akan dibuat.
Apresiasi Masyarakat dan Harapan Pemulihan Akses
Imam Mukim Kemukiman Jamat, Ilyas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Polres Aceh Tengah atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan sembako sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk kelangsungan hidup sehari-hari.
Lebih lanjut, Ilyas menekankan pentingnya bantuan sling kawat baja untuk membangun jembatan darurat. Jembatan darurat tersebut sangat vital sebagai akses dan untuk membuka kembali konektivitas bagi masyarakat di beberapa desa di Kemukiman Jamat yang sebelumnya terisolasi akibat banjir dan longsor. Ini menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendukung upaya pemulihan infrastruktur dasar.
Personel Polsek Linge bersama BKO Brimob siaga di lokasi untuk membantu masyarakat membuat jembatan terapung penyeberangan. Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses dan aktivitas warga, serta meringankan beban yang mereka alami akibat bencana.
Sumber: AntaraNews