Bantuan Banjir Kendari: BPBD Sultra Salurkan Logistik dan Air Bersih untuk 317 Korban di Lepo-Lepo

BPBD Sulawesi Tenggara bergerak cepat menyalurkan Bantuan Banjir Kendari berupa logistik dan air bersih bagi 317 warga terdampak di Kelurahan Lepo-Lepo, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bantuan Banjir Kendari: BPBD Sultra Salurkan Logistik dan Air Bersih untuk 317 Korban di Lepo-Lepo
BPBD Sulawesi Tenggara bergerak cepat menyalurkan Bantuan Banjir Kendari berupa logistik dan air bersih bagi 317 warga terdampak di Kelurahan Lepo-Lepo, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyalurkan bantuan logistik dan air bersih kepada 317 warga yang terdampak banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah situasi darurat bencana. Banjir yang melanda wilayah tersebut dilaporkan telah merendam sedikitnya 153 unit rumah warga, dengan total 178 kepala keluarga atau 317 jiwa yang terdampak. Konsentrasi dampak banjir berada di lima wilayah Rukun Tangga (RT) di Kelurahan Lepo-Lepo, yakni RT 03, RT 10, RT 12, RT 13, dan RT 14.

Kepala BPBD Provinsi Sultra, La Ode Saifuddin, menyatakan bahwa prioritas utama adalah penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh warga, mengingat risiko penyakit yang meningkat pasca-banjir. Selain itu, bantuan logistik yang disalurkan mencakup makanan siap saji, selimut, pakaian layak pakai, serta perlengkapan kebersihan pribadi untuk membantu warga menjaga sanitasi di pengungsian. Tim di lapangan terus melakukan pendataan secara cermat untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran sesuai jumlah kepala keluarga yang terdampak, termasuk mengidentifikasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Dampak Luas dan Tantangan Penyaluran Bantuan

Dampak banjir tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Banyak warga kehilangan akses ke mata pencarian mereka, dan fasilitas umum seperti sekolah atau tempat ibadah juga terancam. Penyaluran Bantuan Banjir Kendari oleh BPBD Sultra dilakukan setelah berkoordinasi intensif dengan Kepala Pelaksana (Kalaksa) untuk mendistribusikan bantuan sesuai laporan yang masuk. Langkah ini memastikan efisiensi dan efektivitas dalam penyampaian bantuan kepada para korban, meskipun tantangan aksesibilitas di beberapa area masih menjadi kendala utama akibat genangan air yang tinggi.

BPBD Sultra juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk penyediaan perahu karet. Perahu karet sangat krusial dalam proses evakuasi warga yang terjebak banjir menuju titik-titik penerimaan logistik atau dapur umum yang telah disiapkan. Dapur umum sendiri telah disiapkan oleh Dinas Sosial bersama BPBD Provinsi Sultra, berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bagi para pengungsi. Kesiapan infrastruktur ini menjadi kunci dalam penanganan darurat bencana, memastikan tidak ada warga yang kelaparan atau kekurangan gizi selama masa pengungsian.

Pemantauan Berkelanjutan dan Harapan Pemulihan

Sejak Sabtu malam, personel BPBD bersama Dinas Sosial terus bersiaga di lokasi terdampak banjir di Kelurahan Lepo-Lepo. Mereka aktif memantau fluktuasi debit air dan memastikan keamanan warga yang berada di area bencana. Kesiapsiagaan ini penting untuk respons cepat terhadap perubahan kondisi, termasuk potensi banjir susulan. La Ode Saifuddin mengungkapkan bahwa timnya telah berjaga hingga larut malam untuk memantau situasi secara langsung, mengumpulkan data, dan memberikan informasi terkini kepada pusat komando. Pemantauan intensif ini diharapkan dapat memberikan informasi akurat mengenai perkembangan banjir dan membantu dalam perencanaan fase pemulihan.

Terdapat harapan besar agar debit air mulai berkurang pada hari ini, Minggu (10/5), dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Penurunan debit air akan sangat membantu dalam proses pemulihan dan normalisasi kondisi di Kelurahan Lepo-Lepo. Setelah air surut, fokus akan beralih ke upaya pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur yang rusak, dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak untuk membantu mereka bangkit kembali dari musibah ini. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat setempat akan menjadi kunci keberhasilan dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi