Kemenkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Bener Meriah Tetap Berjalan di Tengah Isolasi Bencana
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan kesehatan Bener Meriah tetap menjangkau warga di desa terisolasi akibat banjir dan longsor di Aceh.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan para tenaga kesehatan (nakes) tetap memberikan pelayanan kepada warga di Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kedua desa tersebut masih terisolasi akibat dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga akses kesehatan di daerah terdampak.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa pelayanan kesehatan terus berjalan meskipun menghadapi kondisi sulit. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampahan terus berusaha menembus wilayah terdampak untuk memastikan warga di kedua desa tetap memperoleh layanan kesehatan.
Langkah proaktif ini menjadi krusial mengingat akses terbatas dan kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terputus dari dunia luar. Kondisi geografis yang menantang tidak menyurutkan semangat para petugas medis dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka.
Medan Berat Tak Halangi Komitmen Nakes di Bener Meriah
Dokter gigi Puskesmas Lampahan, Indah Kaswara, menjelaskan tantangan berat yang dihadapi tim dalam memberikan layanan kesehatan untuk warga di dua desa tersebut. Medan yang cukup berat, badan jalan longsor, dan jembatan putus menjadi penghalang utama, sehingga akses menuju ke sana sangat terbatas.
Meskipun demikian, tim tenaga kesehatan menyadari pentingnya kehadiran mereka bagi warga yang sangat membutuhkan layanan. Mereka berkomitmen untuk menjangkau setiap individu yang memerlukan bantuan medis, memastikan tidak ada warga yang terlewatkan dari perhatian kesehatan. “Tapi, kami tahu warga sangat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Indah.
Selama masa tanggap bencana, Puskesmas Lampahan telah melakukan empat kali kunjungan ke dua desa terisolasi tersebut. Kunjungan dilakukan dengan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki, melibatkan enam tenaga kesehatan yang terdiri atas koordinator puskesmas, dokter gigi, perawat, dan tenaga teknis.
Tim harus menempuh jalur yang sulit, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memastikan pelayanan kesehatan Bener Meriah tetap tersampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Komitmen ini sejalan dengan upaya Kemenkes dalam penanganan bencana di Aceh secara keseluruhan.
Layanan Kesehatan Esensial untuk Warga Terdampak
Setibanya di lokasi, tim memberikan pemeriksaan kesehatan dasar dan pengobatan kepada warga. Mereka juga melakukan pemantauan intensif terhadap kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau.
“Kami tidak hanya melakukan pengobatan, tapi juga memastikan kondisi warga, terutama kelompok rentan, tetap terpantau. Kalau tidak didatangi, mereka sama sekali tidak punya akses ke layanan kesehatan,” ucap Indah.
Selain itu, tim juga mendistribusikan obat-obatan serta paket sikat dan pasta gigi, khususnya bagi warga di posko pengungsian. Distribusi ini bertujuan untuk mendukung kebersihan dan kesehatan gigi selama masa darurat.
Upaya ini memastikan bahwa aspek-aspek penting dari pelayanan kesehatan Bener Meriah tidak terabaikan meskipun dalam situasi bencana. Kemenkes juga menyalurkan logistik kesehatan lain seperti hygiene kit dan emergency kit untuk pencegahan penyakit.
Kemenkes Jamin Keberlanjutan Akses Kesehatan
Pelayanan kesehatan ini masih terus berlangsung dan akan dilakukan secara berkelanjutan oleh para tenaga kesehatan. Kemenkes berjanji akan terus memberikan layanan hingga akses menuju desa benar-benar dapat dilalui dengan aman.
Komitmen ini mencerminkan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar, terlepas dari kondisi geografis atau dampak bencana. Prioritas diberikan pada perlindungan kelompok rentan dalam pemulihan kesehatan pascabencana.
Upaya Kemenkes dan para tenaga kesehatan di Bener Meriah menjadi contoh nyata dedikasi dalam menghadapi tantangan yang ekstrem. Ini juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam situasi darurat bencana untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Sumber: AntaraNews