Pemerintah Diminta Segera Bangun Pos Kesehatan Darurat di Jalur Kem Bener Meriah Aceh
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah diminta mendirikan pos kesehatan darurat di Jalur Kem Bener Meriah, Aceh, menyusul ribuan penyintas bencana yang kelelahan dan cedera saat mencari kebutuhan pokok.
Pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, didesak untuk segera mendirikan posko kesehatan darurat. Permintaan ini muncul di jalur Kem ruas Jalan KKA lintas Bener Meriah-Lhokseumawe, Aceh, yang kini menjadi akses utama bagi penyintas bencana.
Jalur tersebut dilaporkan sangat padat oleh warga yang membutuhkan bahan pokok dan kebutuhan lainnya setelah bencana alam. Setiap hari, ribuan orang melintas di jalur ekstrem ini untuk mencari sembako, BBM, dan keperluan mendesak lainnya.
Kondisi ini muncul pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu. Bencana ini telah memutuskan akses jalan utama, menjadikan jalur Kem sebagai satu-satunya pilihan bagi warga yang terisolasi.
Akses Vital di Tengah Keterisolasian
Jalur lintas KKA kini menjadi urat nadi bagi warga Aceh Tengah dan Bener Meriah yang ingin menuju Kota Lhokseumawe. Mereka terpaksa menempuh jalur ini untuk membeli sembako dan kebutuhan dasar lainnya yang sulit didapatkan di daerah mereka.
Ketua Posko Rakyat, Mahlizar, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi para penyintas. "Di jalur ini sampai saat ini terus dipadati oleh penyintas bencana. Setiap harinya ada ribuan orang lalu lalang, baik yang mencari sembako, BBM, dan lain-lain," kata Mahlizar di Aceh Tengah, Minggu.
Kondisi jalan KKA sendiri telah terputus total pascabencana banjir bandang dan longsor. Kerusakan parah terjadi mulai dari Kampung Buntul hingga Kampung Kem di Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, membuat akses normal tidak bisa dilalui.
Warga harus menempuh perjalanan kaki selama lima jam untuk melewati medan yang sangat ekstrem, dari Kem hingga Buntul. "Tidak sedikit dari mereka kelelahan dan mengalami cedera. Karena itu kami mengajak para pihak terkait untuk segera mendirikan posko kesehatan di sana," tambah Mahlizar, menyoroti urgensi pos kesehatan di jalur Kem.
Dampak Bencana dan Kebutuhan Mendesak
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sekitar 20 hari lalu telah menyebabkan isolasi parah bagi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Akibatnya, banyak warga mulai kehabisan bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Seorang warga Takengon, Heri, menceritakan pengalamannya menerobos jalur ekstrem tersebut. "Beli beras aja, kalau nunggu bantuan dari pemerintah lebih dulu mati kita," ujarnya, menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan pangan.
Masyarakat kini berinisiatif untuk menerobos jalur lintas KKA meskipun harus berjalan kaki menempuh medan terjal. Upaya ini dilakukan semata-mata agar mereka dapat membeli bahan pangan di daerah tetangga, yakni Kota Lhokseumawe.
Kondisi ini menunjukkan betapa vitalnya keberadaan pos kesehatan di jalur Kem Bener Meriah. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama dan penanganan medis bagi warga yang kelelahan atau mengalami cedera selama perjalanan sulit mereka.
Sumber: AntaraNews