Menko Pangan Zulkifli Hasan Beri Semangat Petugas SPPG di Lokasi Bencana Aceh Tamiang
Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung dan memberikan semangat kepada petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di tengah bencana Aceh Tamiang, menegaskan peran krusial SPPG Bencana.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Aceh Tamiang, Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdedikasi. Mereka tetap beroperasi di tengah situasi bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Pada Sabtu lalu, Menko Zulkifli Hasan secara langsung menengok SPPG Kejuruan Muda Bukit Rata. Lokasi ini telah beralih fungsi menjadi dapur umum darurat untuk melayani masyarakat terdampak. Kehadiran Menko Pangan disambut hangat dan diapresiasi oleh para petugas yang sedang bertugas.
Kunjungan ini menyoroti peran vital SPPG dalam penanganan bencana, khususnya dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengumumkan peningkatan signifikan jumlah SPPG yang berfungsi sebagai dapur darurat di beberapa wilayah terdampak bencana.
Apresiasi Menko Pangan untuk Dedikasi Petugas SPPG
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi petugas SPPG di Aceh Tamiang. Kunjungan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja keras mereka. Petugas SPPG tetap melayani kebutuhan gizi masyarakat meskipun dalam kondisi yang sulit.
Salah satu petugas SPPG, Armiana, mengungkapkan perasaannya atas kunjungan tersebut. "Alhamdulillah bisa didatangi Pak Zul saya senang bisa dikunjungi dapurnya. Kami sudah tidak punya rumah lagi tapi masih tetap semangat bekerja di dapur," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan semangat pantang menyerah para petugas di tengah kehilangan pribadi.
Kehadiran Menko Zulkifli Hasan diharapkan dapat meningkatkan moral dan motivasi petugas SPPG. Dukungan langsung dari pemerintah pusat sangat penting. Ini memastikan operasional dapur umum tetap berjalan optimal di lokasi bencana.
Peningkatan Peran SPPG sebagai Dapur Umum Bencana
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah mengumumkan peningkatan jumlah SPPG yang berfungsi sebagai dapur darurat. Total 319 SPPG kini melayani pengungsi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ini menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan pangan di wilayah terdampak.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan rincian distribusi SPPG tersebut. "SPPG yang meng-handle (melayani, red.) pengungsi yang ada di Aceh 105 SPPG, Sumut 148 SPPG dan Sumbar dengan 66 SPPG," katanya. Angka ini mencerminkan skala upaya pemenuhan gizi darurat yang masif.
Dadan menambahkan bahwa SPPG ini menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan pangan bagi para pengungsi. Seluruh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis berada di pengungsian. Ini termasuk para pelajar, ibu hamil, dan anak balita yang sangat membutuhkan asupan gizi.
"Anak-anak semua di pengungsian, ibu hamil juga di pengungsian, dan anak balita di pengungsian. Jadi, kami berikan makanan di pengungsian," tegas Dadan. Penekanan ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan makanan bergizi selama masa bencana. Program ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembang mereka di tengah kondisi yang serba terbatas. Upaya kolektif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mitigasi dampak bencana, terutama terkait ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Sumber: AntaraNews