Jakarta – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat telah memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebanyak 41 SPPG di provinsi tersebut kini bekerja keras untuk meringankan beban masyarakat. Mereka berfokus pada penyediaan kebutuhan pangan mendesak bagi para korban.
Hingga saat ini, total 107.822 paket makanan siap santap telah berhasil didistribusikan kepada warga terdampak. Penyaluran ini dilakukan di berbagai kabupaten dan kota yang mengalami dampak terparah dari bencana. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam membantu pemulihan pascabencana.
Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Barat, Ikhsan, menyatakan bahwa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihfungsikan menjadi dapur umum. Langkah strategis ini diambil menyusul diliburkannya sekolah-sekolah penerima manfaat MBG. Hal ini memastikan bantuan pangan tetap sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Pengelola SPPG di Sumatera Barat menunjukkan adaptasi luar biasa dengan mengubah fungsi dapur mereka menjadi dapur umum. Keputusan ini diambil segera setelah banjir bandang melanda beberapa daerah di provinsi tersebut. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi masyarakat yang kehilangan akses pangan.
Ikhsan menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya menyasar sekolah, kini dialihkan. Sekolah-sekolah yang menjadi lokasi MBG terpaksa diliburkan akibat bencana banjir. Oleh karena itu, distribusi MBG kini difokuskan langsung kepada masyarakat yang terdampak. Ini adalah upaya nyata dalam distribusi paket makanan korban banjir Sumbar.
Langkah ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi para korban. Kehadiran dapur umum dan distribusi makanan ini menjadi vital dalam situasi darurat. Mereka memastikan tidak ada warga yang kelaparan di tengah kesulitan.
Advertisement
Advertisement
Distribusi paket makanan oleh SPPG menjangkau berbagai daerah yang terdampak parah di Sumatera Barat. Di Kabupaten Pasaman Barat, tiga SPPG telah mendistribusikan sebanyak 4.135 paket makanan. Upaya ini sangat membantu warga di sana untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Sementara itu, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu wilayah dengan distribusi terbesar, di mana 10 SPPG menyalurkan 22.000 paket makanan. Kabupaten Tanah Datar juga menerima bantuan signifikan, dengan empat SPPG mendistribusikan 14.000 paket. Data ini menunjukkan skala operasi yang luas dalam distribusi paket makanan korban banjir Sumbar.
Di Kabupaten Solok, lima SPPG berhasil mendistribusikan 15.649 paket makanan kepada warga. Kota Bukittinggi dengan enam SPPG juga mengirimkan jumlah yang sama, yaitu 15.649 paket makanan. Ini menunjukkan koordinasi yang baik antar SPPG di berbagai lokasi.
Advertisement
Kota Pariaman, yang baru memiliki dua SPPG, telah mengirimkan 5.596 paket makanan. Kota Solok dengan tiga SPPG mendistribusikan 9.000 paket. Terakhir, Kota Padang, dengan delapan SPPG, menyalurkan 22.000 paket makanan, menjadikannya salah satu kota dengan jumlah distribusi tertinggi.
Sumber: AntaraNews