Khofifah Minta Ratusan Pejabat Baru Jawa Timur Maksimalkan Pengabdian dan Kinerja
Gubernur Khofifah Indar Parawansa melantik 580 Pejabat Baru Jawa Timur, meminta mereka segera memberikan pengabdian terbaik dan memacu kinerja di tengah tantangan fiskal provinsi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melantik 580 pejabat administrator dan pengawas dalam sebuah upacara yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Sabtu, 22 November. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya bagi para pejabat yang baru dilantik untuk segera mengoptimalkan kinerja dan memberikan pengabdian terbaik di unit kerja masing-masing. Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk mengisi kekosongan posisi di lingkungan pemerintahan provinsi.
Sebanyak 246 Pejabat Administrator dan 334 Pejabat Pengawas resmi menduduki jabatan baru mereka, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800.1.3.3/13954/204/2025. Prosesi pelantikan dilaksanakan dalam tiga sesi terpisah untuk mengakomodasi jumlah pejabat yang dilantik, menunjukkan skala besar dari perombakan ini. Khofifah menegaskan bahwa penunjukan ini sangat krusial mengingat proyeksi 2.836 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2025.
Oleh karena itu, para Pejabat Baru Jawa Timur diharapkan dapat bekerja dengan dinamis, terukur, cepat, dan profesional demi menjaga kesinambungan pelayanan publik. Gubernur juga mengajak seluruh pejabat untuk mengimplementasikan filosofi kerja “JATIM BISA” yang merupakan akronim dari Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif. Filosofi ini menjadi panduan baru dalam pembangunan Jawa Timur, memastikan provinsi ini tidak hanya beradaptasi tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.
Pelantikan dan Harapan Kinerja Pejabat Baru
Pelantikan 580 Pejabat Baru Jawa Timur ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat struktur birokrasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Pelantikan yang dibagi menjadi tiga sesi ini menegaskan komitmen Gubernur Khofifah dalam memastikan setiap posisi yang ditinggalkan oleh ASN yang pensiun dapat segera terisi oleh individu yang kompeten. Para pejabat diharapkan dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru mereka.
Gubernur Khofifah secara khusus meminta para pejabat untuk "Maksimalkan seluruh energi untuk menjalankan tugas dan pengabdiannya terbaik." Hal ini mencerminkan ekspektasi tinggi terhadap kontribusi mereka dalam mencapai target-target pembangunan daerah. Penekanan pada kerja yang dinamis, terukur, cepat, dan profesional menunjukkan tuntutan akan responsivitas dan akuntabilitas dalam setiap lini pemerintahan.
Lebih lanjut, implementasi filosofi kerja “JATIM BISA” diharapkan dapat menjadi fondasi bagi budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif. "Semangat JATIM BISA menegaskan bahwa Jawa Timur tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga pelaku utama dalam membentuk arah kemajuan bangsa," ujar Khofifah. Ini menggarisbawahi peran strategis Jawa Timur dalam konteks nasional dan global, mendorong para Pejabat Baru Jawa Timur untuk berpikir lebih luas dan adaptif.
Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan Adaptasi Dinamis
Sebagai Gerbang Baru Nusantara, Jawa Timur memiliki posisi geografis dan strategis yang vital, menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia. Posisi ini menuntut kemampuan adaptasi yang cepat terhadap berbagai dinamika, baik di tingkat regional, nasional, maupun global. Gubernur Khofifah menekankan pentingnya peran Pejabat Baru Jawa Timur dalam menjaga visi besar ini, mendorong mereka untuk proaktif dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang.
Salah satu contoh adaptasi yang ditekankan adalah upaya penanaman mangrove, yang tidak hanya berfungsi untuk menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Khofifah juga menyoroti potensi kerja sama carbon trading menuju net zero emission, sebuah konsep yang ia pelajari saat mengikuti program RISING Fellowship di Singapura. "Kami juga berharap Jawa Timur ke depan akan mampu mengembangkan carbon trading sebagai upaya mencapai net zero emission," tambahnya.
Visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara juga mencakup sinergi dengan wilayah Indonesia Timur. Gubernur mencontohkan misi dagang dan penandatanganan nota kesepahaman antarorganisasi perangkat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan Indonesia Timur. "Saya ingin saudara sama membangun prestasi itu ketika kita sedang berbicara Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara maka hati kita sudah terbuka menerima dan mendorong kemajuan bagi Indonesia Bagian Timur," tegasnya, menunjukkan komitmen untuk kemajuan bersama.
Tantangan Fiskal dan Prioritas Pembangunan
Di tengah harapan dan visi besar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait kemampuan fiskal yang berkurang sekitar Rp7 triliun. Situasi ini menuntut para Pejabat Baru Jawa Timur untuk bekerja lebih efisien dan kreatif dalam pengelolaan anggaran. Khofifah mengingatkan bahwa meskipun ada keterbatasan fiskal, program-program prioritas harus tetap berjalan tanpa penurunan kualitas dan kuantitas.
Gubernur menekankan pentingnya memaksimalkan produktivitas dan mencari solusi inovatif untuk mendukung masyarakat. Salah satu pendekatan kunci adalah melalui fasilitasi, seperti misi dagang yang mempertemukan pembeli dan penjual, untuk menggerakkan perekonomian daerah. "Kita tidak mampu kalau harus memberikan modal, tidak mampu menggelar training manajerial skill bagi semua, tapi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan fasilitasi," jelasnya.
Pendekatan ini menunjukkan strategi pemerintah provinsi untuk tetap memberikan dampak positif kepada masyarakat meskipun dengan sumber daya yang terbatas. Para Pejabat Baru Jawa Timur diharapkan dapat mengadopsi pola pikir ini, mencari cara-cara efektif untuk mendukung sektor-sektor kunci dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Fokus pada fasilitasi ini menjadi kunci untuk menjaga momentum pembangunan di tengah kondisi fiskal yang menantang.
Sumber: AntaraNews