Kejutan Struktur Kepengurusan PDIP Terbaru, Hasto Kristiyanto Kembali Jabat Sekjen?
Hasto diketahui telah menjabat sebagai Sekjen PDIP sejak 2015 dan menjadi salah satu tokoh penting di lingkaran partai berlambang banteng tersebut.
Isu mengenai susunan kepengurusan terbaru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencuat setelah nama Hasto Kristiyanto kembali disebut-sebut menduduki posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Adapun Hasto diketahui telah menjabat sebagai Sekjen PDIP sejak 2015 dan menjadi salah satu tokoh penting di lingkaran partai berlambang banteng tersebut.
Meski kabar ini ramai diperbincangkan, sejumlah pihak meminta publik untuk menunggu informasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Salah satunya disampaikan Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli yang menyebut bahwa pengumuman terkait struktur kepengurusan baru sepenuhnya merupakan kewenangan DPP.
“Mohon menunggu informasi resmi dari DPP,” kata Guntur Romli dalam keterangan tertulis, Kamis (14/8).
Sampai saat ini, PDIP belum merilis pengumuman resmi terkait posisi Sekjen maupun struktur kepengurusan periode mendatang.
Kejutan Sosok Sekjen PDIP
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengatakan, ada kejutan terkait sosok Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru partainya.
Diketahui, usai ditinggalkan Hasto Kristiyanto, jabatan sekjen PDIP dirangkap oleh Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri sebagaimana hasil dari Kongres ke-VI PDIP di Bali.
"Pasti akan ada kejutan, ya. Kita tunggu saja kejutannya," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8).
Selain membahas soal sekjen baru, Puan juga menanggapi kabar tiga kader PDIP yang disebut akan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia menegaskan, partai mempersilahkan siapa pun yang tidak lagi berkomitmen untuk berjuang bersama PDIP untuk keluar.
"Kalau kemudian seseorang, atau 3 orang atau berapa orang, sudah tidak berkeinginan untuk ada di dalam PDI Perjuangan, monggo saja," ucap Puan.
Megawati Soekarnoputri disebut, sampai hari ini masih merangkap jabatan menjadi Ketua Umum sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) pada struktur pengurus DPP PDIP periode 2025-2030.