PDIP: Sekjen Tidak Dipilih di Kongres, Ditunjuk Langsung Ketua Umum
Politikus senior PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan, Sekjen PDIP tidak dipilih dalam Kongres.
Politikus senior PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan, Sekjen PDIP tidak dipilih dalam Kongres. Dia menjelaskan, Sekjen PDIP dipilih langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Sekjen itu tidak dipilih, tapi ditunjuk oleh Ketua Umum," kata Andreas kepada merdeka.com, Jumat (28/3).
Sejauh ini, kata Andreas, tidak ada pembahasan mengenai bursa Sekjen di internal PDIP. Keputusan mengenai Sekjen PDIP berada di tangan Megawati.
Senada dengan Andreas, politikus PDIP Guntur Romli menambahkan, kader-kader PDIP tidak terlalu berambisi untuk menduduki posisi Sekjen karena pengabdian kepada partai yang lebih Utama.
"Kami kader tidak mencari jabatan hanya mengabdi pada Ketua Umum dan Partai," ujar Guntur.
Sampai saat ini, kata Guntur, posisi sekjen masih dijabat oleh Hasto. Oleh sebab itu, Guntur menyebut kader PDIP menyerahkan urusan Sekjen kepada Megawati sebagai pemilik hak prerogatif.
"Kami kader loyal 100 persen pada pilihan Ibu Ketua Umum, dan sampai sekarang Sekjen masih Hasto Kristiyanto," tutup Guntur.
Berebut Posisi Sekjen PDIP
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun menyatakan, banyak kader PDIP yang berpeluang menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai. Ia mempersilakan siapa pun yang ingin maju untuk bertarung dalam Kongres mendatang.
"Kader banyak, silakan bertarung, jadi sekjen silakan," kata Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3).
Meski demikian, Komarudin mengaku belum mengetahui siapa saja yang berminat mencalonkan diri sebagai Sekjen PDIP. Menurutnya, pemilihan sekjen tetap akan ditentukan oleh ketua umum terpilih dalam kongres.
"Saya belum tahu, itu kan nanti di kongres. Sekjen itu nanti ketum terpilih yang menentukan siapa siapanya," ujarnya.
Selain menentukan Sekjen, Kongres PDIP juga akan memilih struktur baru partai. Termasuk pemilihan Ketua Umum untuk periode lima tahun ke depan.
"Ya itu, bukan sekjen saja, namanya seluruh pengurus itu dipilih oleh ketum, jadi kongres itu hanya memilih ketum," jelas Komarudin.
Terkait jadwal kongres, Komarudin menyatakan, rencana tetap sesuai siklus lima tahunan, meski waktu pastinya belum ditentukan.
"Nanti saja bulan April. Ah, saya tidak tahu, belum tahu kapan itu, ada rencana tapi waktunya belum," tuturnya.
Dengan dinamika internal yang terus berkembang, Kongres PDIP tahun ini diprediksi akan menjadi momen penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.