Dampak Positif Raperda Kebudayaan Jabar bagi Cirebon, Pusat Kebudayaan Jawa Barat
Anggota DPRD Jawa Barat menilai Raperda Kebudayaan Jabar akan membawa dampak positif bagi Cirebon, menjadikannya payung hukum penting untuk pemajuan budaya di provinsi tersebut.
Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, menyatakan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Jabar akan membawa dampak positif signifikan. Khususnya bagi wilayah Cirebon yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di provinsi tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Daddy Rohanady saat dikonfirmasi di Cirebon pada Minggu, 14 Desember. Menurutnya, posisi Cirebon sebagai bagian integral dari Jawa Barat membuat setiap kebijakan kebudayaan provinsi akan selalu berkaitan erat dengan kepentingan daerah tersebut. Raperda ini diharapkan menjadi payung hukum yang kuat.
Raperda tersebut kini sedang dalam tahap penyusunan dan telah melibatkan banyak budayawan dari berbagai daerah, termasuk Cirebon. Tujuannya adalah untuk menciptakan regulasi yang komprehensif dan mengakomodasi keberagaman budaya di Jawa Barat.
Payung Hukum Pemajuan Kebudayaan
Daddy Rohanady menegaskan pentingnya Raperda Pemajuan Kebudayaan sebagai landasan hukum. Regulasi ini akan mengatur arah kebijakan kebudayaan secara menyeluruh di tingkat provinsi. Setelah disahkan, Raperda ini diharapkan menjadi induk bagi peraturan daerah di tingkat kabupaten dan kota.
Keterlibatan budayawan dari berbagai wilayah Jabar, termasuk Cirebon, dalam proses pembahasan Raperda ini menjadi krusial. Hal ini memastikan bahwa substansi Raperda mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan beragam komunitas budaya. Asas manfaat menjadi pertimbangan utama dalam penetapan kebijakan ini.
Legislator Jabar tersebut menekankan bahwa manfaat yang lebih besar harus menjadi fokus utama. Siapa pun yang membuat kebijakan tidak menjadi soal, asalkan asas manfaatnya terpenuhi. Konsistensi kebijakan yang dijalankan saat ini juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap sektor kebudayaan.
Cirebon sebagai Pusat Kebudayaan Jawa Barat
Cirebon memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat kebudayaan yang selalu menjadi sorotan di Jawa Barat. Keberadaan Raperda Kebudayaan Jabar akan semakin memperkuat peran Cirebon dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budayanya. Kebijakan provinsi akan selaras dengan kepentingan lokal.
Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady secara spesifik menyebutkan bahwa Cirebon tidak dapat dipisahkan dari kebijakan kebudayaan provinsi. Dampak positif dari Raperda ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku budaya di Cirebon. Ini akan mendukung upaya pelestarian.
Perhatian pemerintah provinsi dan daerah terhadap sektor kebudayaan dapat dilihat dari konsistensi kebijakan yang ada. Raperda ini diharapkan memberikan dorongan baru bagi pengembangan potensi budaya Cirebon. Ini adalah langkah maju untuk pemajuan kebudayaan.
Menjaga Ekosistem dan Hak Kekayaan Intelektual Budaya
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan menyoroti bahwa keberagaman kebudayaan adalah kekuatan strategis. Kekuatan ini penting untuk menjaga identitas daerah dan menopang peradaban nasional. Pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem kebudayaan di Jawa Barat ditekankan.
Erwan Setiawan menyatakan bahwa menjaga ekosistem kebudayaan agar tidak terputus oleh perkembangan zaman adalah tugas bersama. Raperda Pemajuan Kebudayaan ini dinilai telah tepat arah pengaturannya. Regulasi ini memberi ruang bagi pelaku budaya untuk berekspresi dan mempertahankan nilai-nilai budaya.
Raperda ini diarahkan untuk menjaga identitas budaya melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Selain itu, Raperda juga perlu mengakomodasi aspek Hak Kekayaan Intelektual Komunal (HKI Komunal). Semua aspek budaya harus dilindungi negara seluas-luasnya, bukan hanya yang dianggap unggulan.
Sumber: AntaraNews