Legislator Jabar Dorong Pembangunan Berbasis Budaya Cirebon untuk Kemajuan Berkelanjutan

Anggota DPRD Jabar Bambang Mujiarto menekankan pentingnya menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah di Cirebon, demi menciptakan kemajuan berkelanjutan dan berkarakter.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Legislator Jabar Dorong Pembangunan Berbasis Budaya Cirebon untuk Kemajuan Berkelanjutan
Anggota DPRD Jabar Bambang Mujiarto menekankan pentingnya menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah di Cirebon, demi menciptakan kemajuan berkelanjutan dan berkarakter. (AntaraNews)

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto, menegaskan perlunya penguatan sektor budaya sebagai fondasi utama pembangunan daerah di Kabupaten Cirebon. Pernyataan ini disampaikan di Cirebon pada Minggu, 29 Maret, dalam rangka menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkarakter.

Menurut Bambang, kekayaan sejarah dan budaya Cirebon yang kuat dapat menjadi sumber gagasan dalam merancang arah pembangunan daerah. Pendekatan pembangunan berbasis budaya ini penting untuk menjaga identitas lokal sekaligus mendorong kemajuan yang tidak tercerabut dari akar sejarah.

Inisiatif ini diwujudkan melalui program "ngaji budaya" yang telah membedah kembali nilai-nilai luhur Cirebon. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan di 40 kecamatan di Jabar, dengan Trusmi Wetan, Cirebon, sebagai salah satu lokasi pelaksanaannya.

Bambang Mujiarto menjelaskan bahwa budaya Cirebon memiliki kekuatan narasi yang tidak kalah dengan daerah lain. Kekuatan ini dapat menjadi pijakan dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan daerah, mencerminkan kearifan lokal yang mendalam.

"Dari kekuatan cerita itu, gagasan pembangunan bisa lahir dengan menjadikan budaya sebagai dasar kebijakan," ujar Bambang. Konsep ini diyakini mampu mengembalikan identitas kejayaan masa lalu, termasuk potensi besar yang pernah dimiliki Cirebon.

Termasuk di dalamnya adalah konsep maritim yang pernah berkembang pesat di Cirebon pada masanya. Kawasan Muara Jati menjadi bukti sejarah penting sebagai pusat perdagangan dan interaksi internasional, menunjukkan betapa strategisnya Cirebon sejak dahulu.

Penguatan sektor budaya diyakini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Hal ini dapat dicapai melalui pengembangan ekonomi yang berbasis pada kearifan lokal, seperti kerajinan atau pariwisata budaya yang unik di Cirebon.

Sinergisitas antara pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Isu-isu krusial seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan pengangguran dapat diatasi dengan pendekatan Pembangunan Berbasis Budaya Cirebon yang terintegrasi.

Dengan menjadikan Pembangunan Berbasis Budaya Cirebon sebagai prioritas, potensi lokal dapat dimaksimalkan secara optimal. Langkah ini akan menciptakan dampak positif yang meluas bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Bambang Mujiarto juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Arus deras ini berpotensi memengaruhi serta mengikis identitas budaya lokal Cirebon yang kaya.

Perubahan zaman memang tidak bisa dihindari, namun menjaga jati diri budaya menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi oleh seluruh elemen masyarakat. Upaya pelestarian dan pengenalan kembali nilai-nilai luhur Cirebon sangat krusial dalam konteks ini.

"Refleksi melalui kegiatan budaya di masyarakat pedesaan bisa menjadi cara untuk mengembalikan jati diri yang mulai terkikis," katanya. Inisiatif ini penting untuk memastikan bahwa Pembangunan Berbasis Budaya Cirebon memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi