AEF/MANTENA Cup 2026: Ajang Krusial Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games
Kejuaraan equestrian internasional AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 menjadi barometer penting bagi atlet berkuda Indonesia untuk mengukur kesiapan mereka menghadapi Asian Games 2026 di Jepang.
Jakarta menjadi tuan rumah kejuaraan equestrian internasional AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1* International Jumping Competition pada 27-28 Juni 2026. Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, dengan tujuan utama sebagai persiapan atlet berkuda Indonesia menuju Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Prefektur Aichi-Nagoya, Jepang.
Kejuaraan ini, yang berada di bawah naungan Asian Equestrian Federation (AEF) dan Federation Equestre Internationale (FEI), mempertandingkan nomor Borrowed Horse Competition. Format unik ini mempertemukan atlet dari 13 negara, termasuk Indonesia, Australia, Thailand, Hong Kong, Pakistan, Malaysia, Iran, Singapura, Oman, Uzbekistan, Korea, India, dan Taiwan, dalam sebuah tantangan adaptasi yang tinggi.
Adinda Yuanita, Ketua Penyelenggara sekaligus Presiden Equinara Horse Sports, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan yang terbesar yang pernah diselenggarakan AEF di Indonesia. Hasil positif yang diraih atlet Indonesia pada hari pertama memberikan sinyal kuat akan daya saing mereka di kancah Asia menjelang multievent empat tahunan tersebut.
Uji Kualitas Atlet Melalui Format Borrowed Horse
Format Borrowed Horse Competition dikenal sebagai salah satu kelas paling menantang dalam olahraga berkuda. Dalam format ini, setiap atlet diwajibkan untuk beradaptasi dengan kuda hasil undian yang baru mereka kenal sehari sebelum pertandingan.
Sistem ini secara fundamental menguji kualitas sesungguhnya seorang rider. Keberhasilan dalam kompetisi ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kecepatan dalam membangun chemistry dengan kuda yang baru pertama kali ditunggangi. Adinda Yuanita menekankan, “Kuda-kuda diundi sehingga para atlet baru mengetahui pasangan kudanya sehari sebelum bertanding. Karena itu, kemampuan adaptasi menjadi faktor yang sangat menentukan.”
Kejuaraan ini menjadi platform ideal bagi atlet Indonesia untuk mengasah kemampuan adaptasi dan mental bertanding mereka. Dengan partisipasi dari 13 negara Asia, persaingan yang ketat diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para atlet.
Prestasi Gemilang Atlet Indonesia di Kandang Sendiri
Pada hari pertama AEF/MANTENA Cup, atlet berkuda Indonesia menunjukkan performa yang membanggakan di hadapan para pesaing dari negara-negara Asia. Dalam kelas utama AEF/MANTENA Cup CSI1* Borrowed Horse Competition 110 cm, wakil Indonesia Ramdani Tri Haryanto berhasil menempati posisi kedua dengan catatan waktu 58,13 detik.
Ramdani hanya kalah tipis dari wakil Iran, Arvin Moradibidhendi, yang keluar sebagai juara dengan waktu 56,62 detik. Selain Ramdani, Indonesia juga berhasil menempatkan dua rider lainnya di enam besar klasemen akhir, yaitu Yosua Nicholas Pamoto Ulum di posisi keempat dan Aisha Meidina Hakim di posisi keenam. Adinda Yuanita menyatakan kepuasannya atas hasil ini, “Kita sangat puas dengan hasil rider Indonesia hari ini. Indonesia sangat bersaing di level Asia. Dari enam besar, tiga di antaranya berasal dari Indonesia. Ini menjadi sesuatu yang sangat membanggakan.”
Prestasi ini menjadi sinyal positif bahwa kualitas atlet nasional semakin mampu bersaing dengan negara-negara berkuda terbaik di kawasan Asia. Indonesia rencananya akan turun pada nomor individual dan tim dalam disiplin dressage, eventing, dan show jumping di Asian Games 2026.
Pembinaan Berkelanjutan Menuju Prestasi Internasional
Ketua Harian PP Pordasi, Muhammad Chaidir Saddak, menjelaskan bahwa hasil positif yang dicapai atlet Indonesia merupakan buah dari program pembinaan jangka panjang yang konsisten dilakukan federasi. PP Pordasi terus berupaya meningkatkan kualitas atlet melalui berbagai program latihan dan partisipasi dalam kejuaraan internasional.
“Kami sedang mempersiapkan atlet untuk Asian Games. Saat ini atlet-atlet nasional juga menjalani program latihan dan mengikuti sejumlah pertandingan di Eropa sebagai bagian dari persiapan,” ujar Muhammad Chaidir Saddak. Selain itu, ia juga mengungkapkan perkembangan positif atlet muda Indonesia, yang dibuktikan dengan rencana pengiriman wakil untuk pertama kalinya pada Olympic Youth Games di Dakar, Senegal.
Selain AEF/MANTENA Cup, di lokasi yang sama juga digelar Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 - Equinara Pulomas Open 2026. Pada hari pertama, Nathanael Gabriel Stevano Menayang berhasil meraih juara pertama pada CS-1 FEI CSIU25-A Jumping Competition 120 cm. Nathanael menyelesaikan pertandingan dengan waktu 61,70 detik tanpa penalti, menunjukkan potensi besar atlet muda Indonesia.
Dukungan Pemerintah dan Harapan Masa Depan
Kejuaraan internasional AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 secara resmi dibuka oleh Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya. Seremoni pembukaan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, pengurus PP Pordasi, serta perwakilan AEF dan FEI, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Dalam sambutannya, Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah. “Merupakan sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena dipercaya menjadi tuan rumah AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di tanah air,” kata Teuku Riefky.
Penyelenggaraan ajang seperti ini tidak hanya meningkatkan pengalaman bertanding atlet, tetapi juga mempromosikan Indonesia di kancah equestrian internasional. Harapannya, melalui kejuaraan ini, atlet berkuda Indonesia dapat mencapai performa puncak dan meraih medali di Asian Games 2026 serta ajang internasional lainnya.
Sumber: AntaraNews