Pemkab Jayapura Libatkan Masyarakat Adat dan UMKM dalam Festival Danau Sentani 2026
Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melibatkan masyarakat adat dan UMKM lokal secara masif dalam gelaran Festival Danau Sentani 2026, menjanjikan perpaduan budaya dan ekonomi yang menarik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, akan melibatkan masyarakat adat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) 2026.
Acara ini akan berpusat di kawasan Pantai Khalkote, Distrik Sentani, dan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 1 hingga 5 September 2026, dengan rangkaian kegiatan pra-event yang dimulai sejak 20 Agustus 2026. FDS bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga sebuah wadah penting untuk memperkenalkan budaya, kuliner, serta potensi ekonomi masyarakat lokal.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Jayapura, Gilbert Yakwart, menegaskan pentingnya festival ini untuk memperkenalkan potensi daerah secara luas. Penundaan jadwal dari Agustus ke September 2026 dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur lokasi yang saat ini baru mencapai sekitar 35 persen. Keterlibatan aktif masyarakat adat dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menjadi panggung bagi berbagai atraksi budaya khas Sentani.
Pemberdayaan Komunitas Lokal dan UMKM
Pemkab Jayapura berkomitmen penuh untuk menjadikan FDS 2026 sebagai platform pemberdayaan bagi masyarakat adat dan pelaku UMKM lokal. Gilbert Yakwart menyatakan bahwa festival ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan budaya, kuliner, dan potensi ekonomi lokal agar dikenal secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keterlibatan komunitas ini akan mencakup partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan budaya tradisional hingga penyediaan kuliner khas daerah. Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan kawasan FDS sebagai ikon budaya dan pusat aktivitas ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sentani.
Melalui partisipasi dalam FDS 2026, diharapkan produk-produk UMKM lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing. Hal ini secara langsung akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jayapura.
Atraksi Budaya dan Pemecahan Rekor MURI
FDS 2026 akan menyajikan beragam atraksi budaya khas Sentani yang memukau dan otentik. Salah satu sorotan utama yang direncanakan adalah upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rekor MURI ini akan dicoba melalui pembuatan satu juta “hiloi”, yaitu garpu kayu tradisional, yang akan dibuat langsung oleh mama-mama Papua. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan tradisi kerajinan tangan lokal, tetapi juga untuk menarik perhatian nasional dan internasional terhadap kekayaan budaya Papua.
Selain itu, berbagai pertunjukan budaya lain akan turut ditampilkan, termasuk tradisi menyelam sambil menghisap rokok, tarian adat, serta berbagai pertunjukan seni lainnya. Atraksi-atraksi ini secara keseluruhan merefleksikan kekayaan dan keunikan budaya masyarakat adat Kabupaten Jayapura.
Promosi Kuliner Khas dan Ekonomi Kreatif
Aspek kuliner akan menjadi daya tarik penting dan tak terpisahkan dalam FDS 2026, menawarkan pengalaman gastronomi yang unik bagi pengunjung. Panitia akan secara aktif memberdayakan kaum ibu di daerah tersebut untuk menyiapkan hidangan papeda, makanan pokok khas Papua.
Akan ada satu hari khusus yang didedikasikan bagi para pengunjung untuk menikmati papeda secara gratis, sebuah agenda yang diharapkan menjadi daya tarik utama festival. Inisiatif ini tidak hanya mempromosikan kuliner lokal tetapi juga mendukung ekonomi rumah tangga.
Selain papeda, festival juga akan mengadakan agenda minum kopi gratis sebagai upaya untuk mempromosikan kopi asli Kabupaten Jayapura kepada wisatawan. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan rasa dan kualitas kopi lokal kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus membuka peluang pasar bagi petani kopi setempat.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Festival
Pelaksanaan Festival Danau Sentani akan berlangsung selama lima hari penuh, dari tanggal 1 hingga 5 September 2026. Rangkaian kegiatan pra-event yang mendahului festival utama akan dimulai lebih awal, yakni sejak 20 Agustus 2026, untuk membangun antusiasme masyarakat.
Lokasi utama penyelenggaraan festival adalah di kawasan Pantai Khalkote, Distrik Sentani, yang menawarkan pemandangan indah Danau Sentani. Pemilihan lokasi ini sangat strategis untuk menonjolkan keindahan alam dan budaya daerah.
Penundaan jadwal pelaksanaan dari bulan Agustus ke September telah dikoordinasikan secara resmi dengan Kementerian Pariwisata. Hal ini penting mengingat FDS merupakan agenda nasional yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga perubahan jadwal memerlukan pemberitahuan dan persetujuan dari pihak terkait.
Sumber: AntaraNews